Kamis 19 Oktober 2017
  • :
  • :

AS minta Myanmar Izinkan PBB Cari Fakta Kasus Pengungsi Rohingya

AS minta Myanmar Izinkan PBB Cari Fakta Kasus Pengungsi Rohingya

Medan, SumutOnline – Amerika Serikat (AS) meminta Myanmar untuk mengizinkan misi pencari fakta PBB menyelidiki kasus pembunuhan, perkosaan dan penyiksaan yang dilakukan tentara Myanmar terhadap pengungsi Rohingya.

“Hal itu penting dilakukan Pemerintah Burma agar komisi PBB bisa menjalankan tugasnya,” kata Dubes AS di PBB, Nikki Haley, Senin (10/7/2017).

Seperti diketahui, Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Geneva telah membentuk badan penyidik itu, Maret silam. Namun Aung San Suu Kyi, pemimpin de fakto Pemerintahan Sipil Burma dan Menlu Burma menolak tuduhan itu dan menentang kehadiran Komisi PBB. “Pada 30 juni lalu, Pemerintah Myanmar menolak untuk mengizinkan Komisi PBB masuk ke Myanmar,” seperti dilansir Reuters.

Menanggapi hal itu, Nikki Haley jadi berang. “Komunitas Internasional tidak bisa membiarkan kejadian di Burma. Kita harus saling membantu, dan meminta Pemerintah Myanmar bekerjasama dengan Komisi Pencari Fakta PBB,” tegas Haley.

Tercatat 75 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Negara Bagian Rakhine dan Bangladesh, setelah tentara Myanmar melancarkan operasi pembersihan, Oktober 2016. Operasi itu dilakukan setelah sejumlah pemberontak Rohingya melakukan serangan di perbatasan. Laporan PBB Februari lalu, mencatat para serdadu Myanmar terlibat dalam pembunuhan dan perkosaan massal dan upaya pembersihan etnis.

Diperkirakan, masih sekitar 1 juta warga Rohingya tinggal di wilayah Myanmar. Mereka adalah pendatang ilegal dari Bangladesh yang ditolak menjadi warga Myanmar, meski telah hidup selama beberapa puluh tahun.

“Tidak seorang pun mengalami diskriminasi dan kekerasan karena latar belakang etnis dan kepercayaannya,” pungkasnya. (inilah)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *