Kamis 23 November 2017
  • :
  • :

Kapoldasu Silaturahmi ke DPRD Sumut

Kapoldasu Silaturahmi ke DPRD Sumut

Medan, SumutOnline  – Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus beraudiensi ke Pimpinan DPRD Sumatera Utara, Selasa (11/7/2017) di Jalan Imam Bonjol Medan. Rombongan Kapolda Sumut diterima Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman didampingi Wakil Ketua HT Milwan, Parlinsyah Harahap dan Aduhot Simamora. Turut juga mendampingi Ketua Fraksi Hanura Toni Togatorop dan Ketua Badan Kehormatan Dewan Baskami Ginting.

Pada kesempatan itu, Kapoldasu yang didampingi Karo OPS Imam Prakuso, Dirpamobvit Dr Hery Subiansauri, Dir Intelkam Dedy Kusuma Bangsa, Kabid Humas Rina Sari Ginting dan Kapolrestabes Sandi Nugroho, mengaku bahwa kunjungannya sengaja dilakukan sebagai orang baru yang menjabat di Sumut. “Apalagi saya punya kebiasaan selalu menjalin silaturahmi dan saling hormat menghormati. Jadi kunjungan kesini tepatnya hanya sebatas sowan,” kata Kapoldasu.

Paulus juga menegaskan, kunjungan ke dewan juga terkait menggali informasi di Sumatera Utara, karena dewan merupakan wakil rakyat yang mengetahui dan menerima banyak informasi dan persoalan di masyarakat .   Lebih lanjut Paulus menjelaskan, bahwa dirinya merupakan putera darah asli Papua. “Saya asli Papua, lahir di Kabupaten Fak-Fak, Papua Barat yang penduduknya mayoritas muslim. Namun saya sejak usia SD pindah dan besar di Surabaya, sehingga karakter dan sikap saya juga kental dengan nuansa jawanya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman dalam pertemuan itu menyampaikan apresiasi kepada terhadap kunjungan Kapoldasu. “Ini merupakan catatan sejarah bagi Sumut dan pertama sekali seorang Kapolda langsung berkunjung ke dewan,” kata Wagirin.

Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan, pihaknya senantiasa siap bekerjasama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara. “Terutama dalam upaya pemberantasan narkoba dan aksi kejahatan lainnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Wagirin menyampaikan tiga persiapan krusial dan penting yang harus diantisipasi kepolisian, yakni masalah tanah khususnya lahan eks PTPN II seluas 5.847 hektar yang tersebar di Deli Serdang, Langkat dan Binjai ini rentan terjadinya konflik di masyarakat. 

Kedua, lanjut Wagirin, soal gesekan karakter dan budaya yang ada di masyarakat Sumut yang dikenal keras.Wagirin berharap Kapoldasu mampu berperan dalam menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat Sumut yang beragam budaya, suku, dan agama.

“Persoalan budaya biasanya lebih dominan ketimbang hukum di daerah Sumatera Utara ini. Bahkan pertimbangan budaya sangat dominan dalam penyelesaian masalah di daerah ini. Sehingga kita harapkan Kapoldasu mampu memilih dan memilah untuk terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu persoalan,” ucapnya.

Ketiga, masih kata Wagirin, soal semakin merebaknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumut hingga pelosok desa. Wagirin berharap, Kapoldasu mampu menggerakkan seluruh personelnya hingga pelosok desa, dalam upaya mengawasi dan mencegah peredaran narkoba. 

“Persoalan narkoba ini perlu keterlibatan kita bersama yakni ulama,pemuda, tokoh masyarakat dan pejabat yang dikordinir polisi. Semuata harusnya bersama dan berkoordinasi memberantas narkoba,” tegasnya. Menyikapi hal itu, Kapoldasu Paulus Waterpauw menyampaikan komitmennya untuk selalu memberantas peredaran narkoba di daerah. “Bila perlu kita bentuk satgas anti narkoba di setiap lingkungan masyarakat,” tandasnya. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *