Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Diwilayah Perbatasan, Penyerapan Anggaran Rendah

Diwilayah Perbatasan, Penyerapan Anggaran Rendah

Medan, SumutOnline – Upaya mempercepat pembangunan kawasan perbatasan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp19,5 triliun hingga Mei 2017 baru terserap 17,37 persen. Padahal, pemerintah menargetkan sedikitnya sampai bulan tersebut anggaran harus terserap 20 persen.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengatakan, anggaran untuk perbatasan kali ini tergolong cukup besar, tapi sayangnya belum direalisasi secara maksimal.

“Namun sayangnya sampai Mei 20017 realisasi masih di bawah target, yaitu Rp3,47 triliun atau 17,37 persen,” katanya. Meskipun secara umum realisasi mencapai Rp17,37 persen, ada kementerian/lembaga yang realisasinya masih di angka 0 persen.

Salah satunya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang memiliki alokasi dana Rp171,5 miliar. Lalu Kementerian Sosial yang memiliki alokasi Rp4,9 miliar, Badan Keamanan Laut (Bakamla) Rp8,37 miliar, Kementerian Pemuda dan Olahraga Rp9,7 miliar, Kementerian Keuangan Rp1,6 miliar dan Kementerian Agama Rp1,5 triliun.

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, untuk tahun ini anggaran perbatasan tersebar di 29 kementerian/lembaga. Meskipun realisasi belum mencapai target 20 persen, hal itu dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2016 realisasi sampai bulan Mei besarnya 8,25 persen dari target 20 persen. Jika dibandingkan sekarang ada peningkatan capaian kinerja 10,95 persen,” katanya.

Ia juga mengatakan, belum tercapainya target realisasi pembangunan disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya karena proses lelang, terjadi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), dan pembenahan struktur organisasi dan tata kerja kementerian/lembaga dan di pemerintah daerah.

“Rapat ini untuk mengevaluasi dan mempersiapkan (pembangunan di perbatasan). Sebagaimana arahan Bapak Presiden dan Bapak Wapres pada rapat kabinet pertama menginstruksikan selama dua tahun perbatasan secara fisik harus selesai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan pihaknya akan terus mendorong percepatan pembangunan perbatasan. Untuk tahun ini pembangunan akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur social. (okezone)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *