Rabu 18 Oktober 2017
  • :
  • :

PPDB Online Tahap II Akan Dibuka

PPDB Online Tahap II Akan Dibuka

Medan, SumutOnline – Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) akan menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahap kedua guna memenuhi 28,350 kursi sekolah dari kuota penerimaan tahun ajaran 2017/2018 belum terpenuhi. Siswa yang tidak lulus dan belum pernah mendaftar pada PPDB Online diharapkan memenuhi kuota tersebut.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi E DPRD Sumut dengan Disdiksu, Dinas Kominfo Sumut, Dinas Sosial Medan, Inspektorat, Perwakilan Kepala Sekolah, Dewan Pendidikan dan perwakilan orangtua siswa di aula Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (12/7/2017).

Kepala Disdik Sumut, Arsyad Lubis menyatakan siswa yang tidak lulus PPDB Online tahap pertama jika berkenan masuk ke sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi dipersilahkan mendaftar kembali dan tetap harus melalui proses seleksi.

“Siswa yang diperbolehkan mendaftar hanya yang tidak lulus dan belum pernah mendaftar PPDB online tahap pertama. Sedangkan yang sudah lulus tapi ingin mendaftar ke sekolah lain tidak diperkenankan. Pengumunan PPDB online akan dipublikasikan di website tanpa menghapus pengumuman PPDB Online tahap pertama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kekosongan bangku dari daya tamping akibat siswa yang lulus namun tidak mendaftar ulang secara langsung akan diisi oleh siswa yang berada pada posisi satu peringkat dibawah.

Arsyad juga mengatakan, tidak ada lagi kursi sisipan, ujian susulan maupun kelas siluman sebab pendaftaran PPDB online dilakukan berdasarkan jumlah daya tamping sekolah masing-masing.

Sementara, Anggota Komisi E DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli ST menyampaikan beberapa persoalan yang disampaikan kepadanya, salah satunya dari SMA Negeri 6 Pematang Siantar dan di Tebingtinggi. Salah seorang siswa mengadu namanya muncul di website, namun saat pendaftaran ulang tidak diterima karena dinyatakan tidak lulus.

“Karena itu perlu sosialisasi yang lebih baik lagi di masyarakat. Masyarakat kita belum tentu mengerti semua mekanisme yang berlaku, belum lagi pemahaman penggunaan IT yang masih belum memadai. PPDB ini sangat baik untuk pemerataan pendidikan. Tapi kelemahannya kurang sosialisasi. Berapa anggaran untuk sosialisasi ini? Apakah kurang? Kami sedang membahas KUA PPAS, kalau anggarannya kurang mari kita upayakan agar ditambah,” ujar Nezar.

Nezar juga mengungkapkan, masalah yang terjadi di Siantar itu, harus diperjelas dan diperbaiki ke depannya agar tidak menjadi preseden buruk bagi pemerintahan Sumut.

Karena adanya masalah tersebut, tegas Politis Partai Nasdem itu, masyarakat menjadi menduga-duga adanya permainan pada proses PPDB Online. Termasuk juga masalah tidak bisa dibukanya website PPDB Online ketika pengumuman

Menanggapi hal itu, Panitia Pelaksana PPDB Online, Elisabeth Simanjuntak mengatakan orangtua siswa tersebut melihat pengumuman sebelum proses seleksi berhenti. Sehingga hasilnya berbeda dengan pengumuman akhir. Jika seleksi masih berlangsung, daftar nama siswa akan terus berubah sebab website PPDB online berbasis online.

Sementara, Arsyad Lubis menambahkan, siswa yang tidak lulus karena kesalahan operator akan dipertimbangkan kembali untuk diterima. Hak siswa untuk masuk ke sekolah pilihannya harus dipenuhi jika calon siswa tersebut memang layak diterima. Ia memaparkan beberapa kasus yang terjadi selama proses PPDB Online.

Calon siswa atas nama Ayu Lestari, Yudha Anyes dan Raja Bagading Tua, calon siswa berprestasi di bidang olahraga tingkat nasional dan provinsi tidak diterima di sekolah pilihannya karena operator terlalu cepat memasukkan data pendaftar sebelum skor prestasi muncul sehingga aplikasi tidak menilai.

Siswa atas nama Anna Cory tidak terverifikasi sehingga tidak lulus, padahal nilainya memungkinkan untuk lulus. Dan beberapa masalah lainnya. PPDB online tahap kedua tersebut lanjut Arsyad menunggu perubahan Pergub yang berlaku, sehingga belum dapat dipastikan kapan akan dilaksanakan.

Namun, pelaksanaan PPDB Online tahap kedua harus segera dilaksanakan dalam pekan ini untuk mengejar kalender akademik.

Pimpinan Rapat, Sri Kumala menyampaikan Komisi E DPRD Sumut mendukung pelaksanaan PPDB Online dan berharap ke depannya khususnya pada tahap kedua, harus dilakukan perbaikan-perbaikan dan sosialisasi agar masyarakat lebih memahami mekanisme yang berlaku. Melalui PPDB online tersebut diharapkan kualitas pendidikan di Sumut dapat semakin meningkat. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *