Kamis 19 Oktober 2017
  • :
  • :

Sekretaris PPDB Online Disdik Sumut Usir Wartawan

Sekretaris PPDB Online Disdik Sumut Usir Wartawan

Medan, SumutOnline – Salah seorang pegawai Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) yang mengaku sebagai Sekretaris Panitian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mengusir para awak media yang sedang melakukan peliputan di Kantor Disdik Sumut, di Medan, Jumat (14/7/2017).

Pengusiran ini terjadi ketika para awak media bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Sutrisno Pangaribuan dan orang tua calon siswa untuk mempertanyakan persoalan yang dialami oleh calon siswa bernama Sonya Fransiska Tambunan.

“Silahkan keluar semua, disini tempat bekerja, jangan diganggu,” katanya perempuan yang mengaku sebagai Sekretaris PPDB Disdik Sumut itu.

Sikap tidak simpatik ini sendiri sempat membuat Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan dan para jurnalis berang, hingga terjadi perdebatan. Sebab, sebelum kehadirannya yang secara tiba-tiba tersebut, situasi di dalam ruangan PPDB pada lantai 2 kantor Disdik Sumut tersebut sangat kondusif.

Sutrisno Pangaribuan mendapat penjelasan dengan sangat baik dari petugas PPDB mengenai hal-hal yang menyebabkan Sonya dinyatakan gagal. Sementara Sonya dan orang tuanya Sarmaida Pasaribu dan para jurnalis hanya duduk diam menunggu keterangan tersebut.

“Sebelum ibu datang, disini semua kondusif. Kami boleh kan meminta penjelasan mengenai hal yang menurut kami merugikan masyarakat?,” kata Sutrisno.

Sempat terjadi perdebatan antara Sutrisno dengan Sekretaris yang oleh beberapa pegawai lain disebut bernama Elisabet Simanjuntak tersebut. Sutrisno tetap meminta penjelasan mengenai perbedaan hasil pengumuman kelulusan seleksi dengan data yang ada pada sekolah-sekolah tempat mereka diterima.

Elisabet sendiri menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan persoalan teknis dimana kegagalan tersebut disebabkan nilai yang bersangkutan tidak mencukupi. Ia juga mengatakan, hasil pengumuman yang dibaca oleh Sonya dan orang tuanya adalah hasil sementara. “Tanggal 22 Juni itu masih hasil sementara,” katanya.

Penjelasan ini membuat Sutrisno bingung, sebab Peraturan Gubernur Nomor 52 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Sekolah Menengah Atas Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, dijelaskan bahwa pengumuman final ditayangkan pada 22 Juni 2017.

“Dari ini saja kalian sudah menyalahi aturan, dalam bahasa hukum ini harus menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan,” ujar Sutrisno.

Seolah tidak mau disalahkan, Elisabet mengaku persoalan tersebut sudah mereka informasikan melalui website mereka tentang alasan keterlambatan pengumuman. “Itu sudah kami informasikan, makanya pengumuman tanggal 22 itu masih sifatnya hasil sementara,” sebutnya.

Sebelumnya orang tua calon siswa mendatangi Kantor Disdik Sumut di Jalan Cik Di Tiro Medan. Mereka mempertanyakan perbedaan data pada hasil pengumuman online dengan data pada sekolah tempat mereka akan mendaftar ulang. Dalam kasus ini, seorang calon siswa bernama Sonya Fransiska Tambunan dinyatakan gagal diterima di SMA Negeri 6 Pematang Siantar meski sebelumnya namanya dinyatakan lulus pada pengumuman. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *