Kamis 23 November 2017
  • :
  • :

Jalan Dusun Juma, Dairi ‘Belum Merdeka’, Bupati Tak Pernah Turun

Jalan Dusun Juma, Dairi ‘Belum Merdeka’, Bupati Tak Pernah Turun

Medan, SumutOnline – Jalan Kabupaten di Dusun Juma Batu, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, sampai saat ini kondisi tidak pernah tersentuh pengaspalan.

Dengan kondisi jalan yang seperti ini, warga Dusun Juma Batu yang setiap harinya melintasi jalan tersebut dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, merasa kesulitan.

Parahnya, warga terpaksa menjual murah hasil panennya kepada pengumpul yang datang ke desa mereka. Sehingga perekonomian masyarakat jauh dibawah rata-rata membuat mereka tak mampu untuk membiayai sekolah anaknya.

“Dengan kondisi jalan yang seperti itu, hasil panen yang dijual sebagian besar digunakan untuk biaya transportasi. Tidak hanya itu, bila pengumpul dating untuk membeli hasil pertanian, warga terpaksa menjualnya dengan harga murah,” kata keluh Dolat Surbaki (54) warga Dusun Juma Batu, kepada wartawan, Selasa (17/7/2017).

Hal senada juag dikatakan salah seorang warga lainnya, Nurih Ginting (56) yang mengungkapkan, kondisi desa mereka yang tak tersentuh pembangunan dari Pemerintah membuat anak-anak di dusun ini yang putus sekolah, karena pengangkutan yang enggan melintas ke Dusun Juma Batu apalagi bila hujan turun.

“Banyak anak yang putus sekolah akibat parahnya kondisi jalan, sehingga pengangkutan enggan melalui desa mereka. Kalau pun ada yang melanjutkan sekolahnya, mereka harus berjalan sejauh 5 km,” ketusnya.

Lebih lanjut dikatakan Nurih, sekolah yang ada di Dusun Juma Batu hanya tersedia Sekolah Dasar (SD) Negeri 037999 Juma Batu yang hanya memiliki 2 kelas. Bila sudah Tamat SD dan ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya, maka anak-anak disana akan meninggal.

“Untuk mendapatkan pendidikan saja kita sulit, sepertinya desa kita tidak diperdulikan. Hanya ada 2 ruangan di sekolah SD, itupun kelas 1, 2, 3 digabung menjadi satu kelas. Demikian juga untuk kelas 4, 5, 6. Kalau SMP, SMA mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman. Tapi karena perekonomian masyarakat yang tidak jelas, kebanyakan mereka tidak melanjut,” cetusnya.

Diektahui, Dusun Juma Batu yang berbatasan dengan Kecamatan Tiga Binaga, Kabupaten Karo ini memiliki 170 Kepala Keluarga. Tak hanya di Dusun Juma Batu, kondisi desa-desa lainnya di Kecamatan Tanah Pinem seperti Dusun Pamah, Kampung Si Gedang dan yang lainnya juga memiliki kondisi yang sama.

Sementara, Rina Surbakti (30) warga Dusun Pamah mengatakan sampai saat ini Bupati Dairi, Kra Johnny  Sitohang yang sudah memimpin selama 2 periode, tidak pernah dating mengunjungi warganya.

“Bapak Bupati saja tidak pernah datang kesini, yang pernah datang hanya ajudannya saja. Bapak Bupati takut datang ke daerah kami karena fasilitas jalan yang amburadul dan tidak dapat dilalui kendaraan mobil mewahnya. Jadi kami tidak mengenal wajah Bupati kami, hanya dengar-dengar namanya saja,” ujar Rina.

Namun demikian, bila tiba masanya pesta demokrasi, warga desa mereka selalu terlibat untuk menggunakan hak pilih mereka dan berharap dapat memilih pemimpin dan wakil rakyat yang mampu menyampaikan kondisi desa mereka.

“Kami selalu ikut memilih, tapi sepertinya mereka hanya memanfaatkan suara kami saja. Tak ada diantara mereka yang sudah terpilih itu menyampaikan aspirasi kami. Kami warga yang terisolasi yang tidak dapat menikmati apa artinya kemerdekaan. Tolonglah Bapak sampaikan kepada para pejabat negeri ini, apakah memang kami bukan bahagian dari Indonesia sehingga sejak kemerdekaan NKRI desa kami tidak tersentuh pembangunan,” pungkasnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *