Selasa 24 Oktober 2017
  • :
  • :

Ketua KBM Medan Laporkan Dugaan Penistaan Agama

Ketua KBM Medan Laporkan Dugaan Penistaan Agama

Medan, SumutOnline – Ketua Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kota Medan, Agus Salim, melaporkan dugaan penistaan agama yang dilakukan Manaek Hutabarat ke Polda Sumut, Senin (17/7/2017).

Dalam keterangan pers usai menyampaikan laporannya, Agus mengungkapkan dugaan penistaan agama itu dilakukan Manaek dalam sebuah pesan singkat di grup media social WhatsApp bernama Warkop Gimin Sumut.

Dalam forum group WA tersebut, Manaek mengunggah sebuah foto berisikan press release dari Kementerian Agama yang berisikan poin-poin yang perlu diperhatikan dalam merubah arah kiblat.

“Yang menjadi persoalannya adalah, kalimat dia (Manaek,red) dengan menyebut sesuatu yang menurut kami telah melecehkan dan menista agama Islam dan unsur penistaannya terdapat pada kalimat yang bersangkutan menuding umat Islam salah arah dan kalimat menyembah siapa,” ungkap Agus.

Alumni GMNI Medan ini juga menuturkan, Manaek yang diketahui bekerja sebagai PNS di BPN Kabupaten Karo, juga telah diminta untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya di grup tersebut, kendati hal itu tak dilakukan oleh Manaek.

“Dan yang bersangkutan juga tak mengklarifikasi apa maksud kalimatnya. Karena itu kami menilai bahwa ia dengan sadar dan dengan niat, bermaksud untuk menistakan agama Islam,” tegas Agus.

Agus yang juga berprofesi sebagai pengacara dan berkantor di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 53/28 Kota Medan juga menuturkan, langkah hukum yang dilakukannya tersebut diharap dapat direspon oleh pihak kepolisian secara cepat. “Harapan kepada pihak kepolisian agar dapat segera memproses laporan ini secara profesional,” ucapnya.

Ia juga berharap, kasus jangan sampai pada adanya upaya pengerahan massa dan memicu inkondusifitas di Medan dan Sumatera Utara.

“Jangan menunggu ada desakan dan dorongan massa, sehingga Sumut dapat tetap kondusif. Tidak boleh ada alasan bagi siapapun untuk melakukan penistaan terhadap agama. Karena dengan menistakan agama berarti menistakan keberagaman yang telah dirajut di Medan dan Sumut selama ini,” tegas Agus.

Dalam laporan bernomor 839/VII/2017 tersebut, Agus juga menyertakan sejumlah saksi, yakni Syam Firdaus sebagai Sekretaris Cabang GMNI Kota Medan, dan Daudsyah selaku alumni GMNI. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *