Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Penerima KALPATARU Rela Rumahnya Jadi Posko TMMD

Penerima KALPATARU Rela Rumahnya Jadi Posko TMMD

Medan, SumutOnline-Kinerja TMMD Kodim 0201/BS mendapat apresiasi semua kalangan. Bahkan tokoh masyarakat Belawan, Syahdan (62), penerima Kalpataru katerori perintis lingkungan tahun 2013 mengikhlaskan bagian rumah dan halamannya menjadi posko utama TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0201/BS.

“Saya mulai memilih mengurus lingkungan dengan menata mangrove itu tahun 1995 saat ada program AMD, ABRI Masuk Desa ke kawasan ini, nah sekarang sudah 20 tahun ada lagi program TNI Manunggal Masuk Desa, lokasi ini ditangani lagi. Saya seperti mengulang kisah masa lalu, bekerjasama dengan TNI,” ujar pak Syahdan kepada SumutOnline, Selasa (18/7/2017).

Putra asal Kalimantan yang sudah tinggal puluhan tahun di Sicanang lingkungan 20 ini mengaku senang bisa ikut berbuat dan menjadi bagian dari program perbaikan dan pembangunan di kawasan itu. Sejak tahun 1995, Syahdan menjadi pelopor lingkungan dengan menanam mangrove di kawasan Kampung Sentosa Barat, dari 1 hektar kini menjadi 400 hektar.

“Insya Allah luasnya mencapai 600 hektar dan menjadi lahan produktif untuk hidupnya ekosistem kepiting, udang dan ikan laut yang menjadi hasil utama warga pesisir di kawasan ini,”jelas Syahdan.

Untuk kerja kerasnya itu, saat ini Syahdan membina belasan kelompok nelayan yang ikut berjuang memperluas kawasan hutan mangrove. Atas kerja kerasnya itu, tahun 2013, Syahdan menerima Kalpataru bersama 4 pejuang lingkungan lainnya di Indonesia. Yakni Suratimin, dari Desa Semoyo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nazirudin, dari Nagari Malintang, Sumatera Barat, Chaerudin, dari Kelurahan Lebak Bulus, DKI Jakarta dan Herman Malolende, dari Dusun II Desa Wali Ate, Nusa Tenggara Timur.

“Budaya masyarakat khususnya  desa tertinggal sangat terbelakang dari semua aspek, lebih-lebih tingkat prekonomiannya dan pandangan, jika personil TMMD memahami dan mampu beradaptasi dengan program TMMD-nya akan berhasil,”tambahnya.

Apalagi, program TMMD memberi imbas positif terhadap kelangsungan perekenomian warga setempat.

“Misalnya saja dengan bagusnya jalan dan adanya  berbagai fasilitas, diyakini harga tanah akan cepat melonjak, usaha-usaha masyarakat seperti tambak akan  lancar,”ujar Sahdan sembari mengharapkan sangat diperlukan berbagai penyuluhan dalam pencerahan daya pandang masyarakat.(yp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *