Jumat 24 November 2017
  • :
  • :

Harus Libatkan Swasta Dukung Usulan Geopark Kaldera Toba Menjadi GGN Unesco 

Harus Libatkan Swasta Dukung Usulan Geopark Kaldera Toba Menjadi GGN Unesco 

Medan, SumutOnline – Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP-GKT) diminta menjalin kemitraan dengan pihak swasta dalam pembangunan Geopark Kaldera Toba dan mendukung pengusulannya menjadi Global Geopark Network UNESCO.

“Untuk mewujudkan Geopark Kaldera Toba masuk dalam Global Geopark Network oleh Unesco diperlukan keterlibatan semua pihak baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten se kawasan danau toba, masyarakat, perguruan tinggi juga pihak swasta. Intinya GKT harus difahami dan menjadi nafas Sumatera Utara,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) DR H Nurhajizah Marpaung yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BP-GKT di Kantor Gubsu saat memimpin rapat koordinasi percepatan GKT 2017, Rabu (19/7/2017).

Hadir dalam rapat tersebut para dewan pakar BP GKT Alimin Ginting , unsur Kementerian Koordinator  Maritim, Kementrian Pariwisata, Badan Otorita Danau Toba, unsur SKPD Provsu, BP-GKT, puluhah perusahaan.

Diterangkan Wagubsu, dirinya ditunjuk langsung oleh Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi untuk mensukseskan GKT sebagai Global Geopark Network Unesco.  Keterlibatan pihak swasta, diantaranya dalam penyediaan berbagai kelengkapan pada 16 geosite yang tersebar di beberapa kabupaten.

“Dana yang dibutuhkan cukup besar, untuk itu kita melibatkan pihak swasta yang memiliki dana CSR sehingga dapat membantu penyediaan berbagai fasilitas publik di geosite GKT,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Nurhajizah juga mengungkapkan rasa syukur atas dukungan pihak swasta di Sumut cukup besar dalam mensukseskan pengusulan Geopark Kaldera Toba menjadi Global Geopark Network UNESCO. “Alhamdulillah respon swasta cukup baik,” kata Nurhajizah.

Sementara, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Geopark Kemenpar RI DR Yunus Kusumahbrata menjelaskan, berbagai pengalaman daerah lain yang juga mengusulkan sebagai GGN untuk bisa menjadi pertimbangan Sumut.

Selain itu dia juga menyampaikan berbagai keberhasilan yang sudah dicapai daerah yang sudah ditetapkan sebagai GGN Unesco.

“Gunung sewu itu setelah menjadi GGN pendapatan meningkat sampai 600 persen. Di Jepang ada 8 GGN yang bisa menarik wisatawan sampai 16 juta orang,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Yunus, salah satu strategi Kemenpar dalam menari wisatawan mancanegara adalah melalui GGN tersebut. Targetnya ada lima GGN di Indonesia yang bisa menjadi andalan Indonesia untuk mendongkrak jumlah wisatawan asing.

Sementara Alimin Ginting memaparkan pihaknya mengejar pemenuhan rekomendasi UNESCO dan pengelolaan GKT . Rekomendasi hasil pantauan langsung tim Unesco yang sudah berkunjung ke GKT pada tahun sebelumnya. Alimin mengatakan pihaknya sudah lebih siap dengan sistem dan berbagai kelenglapan karena sudah memiliki pengalaman pada pengusulan tahun sebelumnya.

Adapun lima poin rekomendasi UNESCO tersebut adalah, pertama, akitivitas edukasi terpadu pada masing-masing geo area dengan tema geopark super volcano sudah dalam taraf implementasi. Kedua, panel edukasi geologi dan informasi yang lebih focus pada informasi tematik. Ketiga, diperlukan strategi pemasaran dan promosi  serta keempat,  penembangan budaya perlu lebih ditingkatkan dan lebih banyak.

Terakhir, aktifitas geopark di lapangan harus sudah terjadi pada keempat geoarea GKT sebagai satu kesatuan dan harmonis termasuk aktifitas ekonomi keberlanjutan masyarakat. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *