Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Parlemen AS akan Panggil Menantu & Putra Tertua Donald Trump

Parlemen AS akan Panggil Menantu & Putra Tertua Donald Trump

Medan, SumutOnline – Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner beserta putra tertuanya, Donald Trump Jr. dijadwalkan akan memberi penjelasan dihadapan Parlemen AS pada (24/7/2017) mendatang.

“Kami telah mengatur jadual wawancara dengan Senat, Selasa (24/7/2017) mendatang. Sejak Maret lalu, klien saya telah siap untuk menjelaskan seluruh informasi kepada Kongres,” kata Pengacara Kkushner, Abbe Lowell baru-baru ini. ujar Lowell.

Sementara itu, Komite Judisial Senat memanggil Donald Trump Jr dan Paul Manafort, bekas ketua tim kampanye Trump untuk memberikan testimoni dihadapan sebuah panel Senat. Permintaan untuk menghadap yang diterima pihak Trump Rabu kemarin, menunjukkan jadual yang ditetapkan hari Rabu, 26 Juli 2017.

Komisi di Kongres dan Senat akan menanyakan pertanyaan seputar keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS 2016. Terutama pertemuan di Trump Tower yang digelar Trump Jr dan Kushner dan dihadiri oleh sejumlah warga Rusia. Mereka adalah pelobi Rusia Rinat Akhmetshin, lalu pengacara Rusia Natalia Veselnitskaya, yang dikenal dekat dengan Kremlin, dan Irakly (Ike) Kaveladze.

Warga AS berdarah Rusia yang mendirikan 2 ribu perusahaan untuk para broker Rusia, untuk mencuci uang hasil korupsi di Rusia.

Dengar pendapat yang dilaksanakn Rabu (26/7/2017), diduga merupakan acara paling menarik. Sebab, dalam acara itu, Trump Jr. diminta menjelaskan perannya menggelar pertemuan di Trump Tower pada Juni 2016 lalu.

“Kenapa harus mengundang empat warga Rusia yang dikenal dekat dengan Pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Pertanyaan penting seputar peranan Trump Jr itu diakui lewat sebuah email yang diterbitkan pekan lalu.

Sebelumnya, Trump Jr dan ayahnya selalu membantah kritik yang menyebut mereka berhubungan dengan pejabat Rusia. Keduanya tetap bersikukuh bahwa pertemuan itu sekedar riset yang sifatnya standard, di tengah kampanye politik.

Namun, akhirnya terbongkar oleh Harian The New York Times bahwa pertemuan itu dihadiri empat warga Rusia yang dekat dengan Kremlin. (inilah)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *