Kamis 19 Oktober 2017
  • :
  • :

PKK Sumut, Disbun dan Wanita Tani Belajar Pengolahan Gula Aren

PKK Sumut, Disbun dan Wanita Tani Belajar Pengolahan Gula Aren

Medan, SumutOnline – Tim penggerak PKK Sumatera Utara bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sumut melakukan Fieldtrip (kunjangan ke lapangan,red) bersama 150 wanita tani dan anggota tim penggerak PKK dari 20 kabupaten/kota ke pusat pengelolaan Gula Aren di Desa Bulu Awar, Kecamatan Sibolangit.

Fieldtrip ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pemanfaatan hasil samping komoditi perkebunan yang digelar oleh Dinas Perkebunan Sumut.

Ketua Tim Penggerak PKK Provsu, Evi Diana Erry Nuradi didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provsu, Herawati, mengatakan, kegiatan ini sangat baik dilakukan untuk melatih dan membina langsung wanita tani dan anggota tim penggerak PKK kabupaten/kota.

“Fieldtrip ini merupakan kerjasama yang baru pertama dilakukan tim penggerak PKK dengan Dinas Perkebunan. Ini sangat bagus karena kita langsung mengadakan pelatihan dan pembinaan kepada wanita tani dan kelompok tani PKK kabupaten/kota,” ujar Evi, kemarin.

Melalui pelatihan dan pembinaan yang dilakukan secara langsung ke pusat pengelolaan gula aren maka diharapkan hasilnya dapat dikembangkan di daerahnya masing-masing.

“Dengan begitu kita harapkan agar wanita tani dan kelompok tani bisa semakin produktif dan dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga,” terang Evi.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Herawati mengatakan bahwa Pondok Aren perdana di Desa Bulu Awar, Kecamatan Sibolangit ini merupakan mitra binaan dari Dinas Perkebunan Sumut. Selain itu, pihaknya juga senantiasa membantu kelompok tani agar dapat semakin berkembang.

“Kita dapat memberikan bantuan kepada kelompok tani di masing-masing kabupaten/kota. Asal mereka terlebih dahulu mengajukan proposal dan bantuan yang akan kita berikan secara bertahap, termasuk untuk kelompok tani pondok aren perdana di desa Bulu Awar, yang dipimpin oleh Karyudi juga sudah mendapatkan bantuan dari Pemprovsu, berupa alat pengeringan, alat pengolahan hingga kuali masak.

Dijelaskannya, bahwa pengelolaan gula aren ini sangat potensial karena berasal hasil perkebunan yang tidak perlu areal khusus seperti kelapa sawit.

“Ini juga menjadi solusi dari masalah krisis lahan, jadi petani tetap bisa produktif tanpa harus menyediakan lahan khusus,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Bulu Awar, Siska mengatakan Desa Bulu Awar ini merupakan salah satu desa diantar 30 desa yang ada di Kecamatan Sibolangit.

“Desa Bulu Awar ini sudah ada 4 kelompok pengrajin aren. Kedepannya kami sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan dari Pemprovsu, sehingga para petani aren ini bisa lebih berkembang lagi,” ucapnya. (ss)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *