Senin 11 Desember 2017
  • :
  • :

Gubsu: Mari Jaga Kekompakan Sumut yang Multi Etnis

Gubsu: Mari Jaga Kekompakan Sumut yang Multi Etnis

Medan, SumutOnline – Dengan menjalin silaturrahim akan menguatkan tali persaudaraan dan kebersamaan di masyarakat. Apalagi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang merupakan daerah yang multi etnik, terdiri dari berbagai suku baik lokal, Nusantara hingga mancanegara.

Hal itu menjadi pesan oleh Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi pada sambutannya diacara Silaturrahim Akbar sekaligus Halal Bi Halal 1438 Hijriyah Ikatan Keluarga Bayur (IKB) Kota Medan-Sumut, di Balairung IKB Medan, Minggu (23/7/2017).

Pada kesempatan itu, Gubernur bersyukur karena bisa berkumpul bersama masyarakat asal Sumatera Barat tersebut.

“Tentu kita tahu pribahasa ‘dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung’. Kini kita ada di Sumut, negeri berbilang kaum. Terbagi tiga etnis yakni lokal, Nusantara dan mancanegara. Alhamdulillah kita bisa duduk bersama,” ujarnya.

Melalui acara yang mengambil tema ‘Dengan Silaturrahim Syawal, Kuatkan Persaudaraan di Perantauan’ itu, disampaikan Gubernur, menjadi tanda bahwa satu daerah akan mengalami kemajuan karena masyarakat dihuni berbagai etnik seperti Sumut. Karena dengan perbedaan tersebut, semua entitas akan bersaing, berkompetisi secara sehat.

“Karena tentunya tidak ada yang mau tertinggal. Semuanya ingin maju, maka maju bersama-sama. Dan inilah kelebihan Sumatera Utara sebagai negeri berbilang kaum, sebagai negeri yang multi etnik,” ujar Gubernur yang memberitahukan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Agustama dan Kepala Kesbangpolinmas Sumut Suriadi Bahar, juga berasal dari Keluarga Bayur.

Selian itu, Erry juga mengaku, bahwa dirinya masih punya hubungan dengan keluarga besar di Sumatera Barat. Bahkan diakuinya, pernah pulang ke Pagaruyung, untuk menemui keluarga besar di sana. Sebab kata Gubernur, orang tua/atok (kakek) masih ada yang berasal dari daerah tersebut.

“Jadi saya juga merupakan keluarga besar dari Minang, karena orang tua kami, ada yang berasal dari Pagaruyung. Mungkin pak Bachtiar Chamsyah lebih paham dan bisa menceritakan itu nantinya,” tegas Erry. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *