Selasa 24 Oktober 2017
  • :
  • :

Erry Nuradi Buka Pagelaran Seni Budaya Asahan

Erry Nuradi Buka Pagelaran Seni Budaya Asahan

Kisaran, SumutOnline – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengajak kabupaten/kota  untuk menciptakan agenda tahunan khas daerah masing-masing guna menunjang pengembangan sektor pariwisata di provinsi ini.

“Kami juga menghimbau agar kabupaten/kota lainnya bisa melakukan pagelaran budaya masing-masing dan menjadi agenda tahunan. Apabila 33 kabupaten /kota se Sumut melaksanakan event budaya dan wisata setiap tahunnya, berarti ada 3 even dalam sebulan. Saya yakin bila dikelola secara baik dan professional, maka turis mancanegara akan datang untuk melihat keberagaman setiap daerah,” kata Gubernur Sumut HT Erry Nuradi saat membuka Pagelaran Seni Budaya Daerah Asahan ke-3 tahun 2017, di Lapangan Simpang Sidodadi, Kisaran, Senin (24/07/2017).

Erry menjelaskan, even pariwisata baik itu seni, budaya, olahraga, kuliner dan lainnya bisa diciptakan oleh setiap daerah sesuai dengan khasanah dan kekayaan masing-masing  daerah. Even tersebut bila dikelola dengan baik, maka akan menjadi kalender rutin yang menarik turis mancanegara untuk berkunjung ke daerah ini.

“Keberagaman budaya yang tergambar dari adat istiadat, pakaian, kuliner dan lainnya merupakan aset negara yang sangat potensial,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Erry juga menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan, karena seluruh penggiat seni seluruh Asahan berkesempatan hadir. Mengingat wilayah Sumut memiliki keanekaragaman budaya yang sangat berharga dan unik.

Hadir pada pembukaan tersebut  Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, Wakil Bupati Asahan Surya, Muspida Kabupaten Asahan, Wakil Walikota Tanjung Balai, Wakil Bupati Batubara dan para tokoh adat dan tokoh budaya 14 etnis.

Sementara Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang mengatakan, pagelaran Seni Budaya menampilkan 14 etnis yang terdiri dari Melayu, Karo, Simalunggun, Batak Toba, Batak Angkola/Mandailing, Nias, Pakpak, Pesisir Tapteng , Jawa,Minang, Aceh, Banjar, Cina dan  India.

Pagelaran Seni Budaya ini merupakan media dan forum kegiatan berskala regional, upaya menghayati semangat tersebut. “Keberagaman suku dan adat merupakan aset tak ternilai harganya, mampu menjadi warna prilaku saling menlengkapi dengan saling menyesuaikan. Untuk membangun Asahan kedepan,’’ jelasnya.

Pengelaran seni budaya daerah yang ketiga tersebut dilaksanakan mulai dari tanggal 24 Juli hingga 18 Agustus mendatang. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *