Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Gubsu; Urusan Kesejahteraan Tidak Hanya Pemerintah

Gubsu; Urusan Kesejahteraan Tidak Hanya Pemerintah

Medan, SumutOnline – Diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat. Karena itu, peran para kader Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Sumatera Utara (Sumut) sangat diperlukan dalam mencapai tujuan mensejahterakan warga.

“Pemerintah memberikan kesempatan seluasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bidang kesejahteraan sosial. Bahkan pemerintah sengaja mengembangkan program penyuluhan, bimbingan dan pembinaan bagi tumbuh kembang dan meningkatnya partisipasi sosial dalam berbagai kegiatan pelayanan sosial,” kata Gubernur Sumut HT Erry Nuradi pada kegiatan Ramah Tamah/Temu Kader Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Sumut di Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (25/7/2017).

Hadir diantaranya Ketua Karang Taruan Sumut Solahuddin Nasution, Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Hudri Siregar, perwakilan Tagana, TKSK, para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Forum Panti, Sakti Peksus serta Pendamping Asisten Lanjut Usia Terlantar (Aslut). Sementara Gubernur didampingi Kadis Kessos Rajali, Kepala BP2RD Sarmadan Hasibuan, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus.

Dijelaskan Gubsu, dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat khususnya para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti fakir miskin, anak terlantar, penyandang disabilitas dan lain sebagainya, harus bersama dengan masyarakat termasuk seluruh kader PSKS.

Sebab Undang-undang Nomor 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial mengamanatkan bahwa penyelenggaraannya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, pemerintah daerah serta kepada masyarakat baik sebagai perseorangan, keluarga maupun organisasi, diberikan kesempatan seluasnya untuk bereran serta.

“Kepada para kader PSKS sebagai bagian dari elemen masyarakat, dengan tekad tulus bersedia terlibat dalam berbagai lapangan pelayanan sosial harus berdiri di garis terdepan untuk berperan dalam penyelengaraan kesejahtaraan sosial, menjadi pilar-pilar partisipan pembangunan yang tangguh di bidang ini,” sebut Erry.

Dengan keberadaan kader PSKS ini, lanjut Gubsu, warga masyarakat yang kurang beruntung diharapkan akan lebih cepat mengalami proses perubahan kearah kemajuan sehingga semakin banyak memperoleh kesempatan menerima berbagai pelayanan pembangunan. Meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada, Pemprovsu sudah merasakan peran dan kiprah PSKS dalam penanganan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan terhadap PMKS.

“Tentunya kita akan mendukung dan menyahuti harapan agar Pemprov Sumut bisa mengalokasikan anggaran untuk membantu. Itulah kenapa kita juga berikan asuransi kepada tenaga kesejahteraan sosial melalui penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan dengan target 3.100 orang (pendamping asistensi sosial, TKSK, Tagana, PSM dan Pendamping PKH),” ungkap Gubsu.

Sementara, mewakili PSKS, Ketua Karang Taruna Sumut, Solahuddin Nasution menyampaikan apresiasi kepada Gubsu yang memberikan perhatian atas keberadaan kader pembangunan kesejahteraan sosial.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan, selama ini belum pernah ada kegiatan ramah tamah dan temu kader oleh Dinas Kesejahteraan Sosial. Karenanya ia berharap event serupa bisa terus dilestarikan.

“Potensi PSKS ini sangat luar biasa Pak Gubernur, ada 200 ribu lebih tenaga PSKS yang jika diperkirakan satu orang punya dampingan 100 orang, maka ada potensi 2 juta warga yang bisa menerima manfaat program ini,” kata Solahuddin yang melanjutkan dengan menyatakan komitmen dalam rangka pembangunan bidang Kessos yang salah satunya adalah mendukung terciptanya profesionalitas dalam melaksanakan tugas kesejahteraan sosial. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *