Selasa 24 Oktober 2017
  • :
  • :

Tak Syahadat, Pengikut Ahmadiyah Tak Diberi KTP

Tak Syahadat, Pengikut Ahmadiyah Tak Diberi KTP

Medan, SumutOnline – Pemerintah tidak akan menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada warga pengikut Ahmadiyah asal Desa Manislor, Kuningan, Jawa Barat, jika mereka tidak mau mengucapkan Syahadat.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan, jika para pengikut Ahmadiyah sudah bersyahadat, dipastikan KTP akan diterbitkan. “Karena dengan syahadat, pengikut aliran Ahmadiyah sudah bertobat dan memeluk agama Islam,” terang Mendagri.

Tjahjo mengatakan, syarat ini sangat penting, sebab salah satu kolom wajib yang diisi dalam KTP ialah kolom identitas agama pemegang KTP. Dan, kolom itu hanya bisa diisi dengan agama yang diakui di Indonesia, bukan kepercayaan.

“Mereka disuruh membaca kalimat syahadat baru bisa dapat. Saya hanya pegang aturan, kolom e-KTP wajib diisi agama sah. Kepercayaan, bukan agama,” cetusnya.

Menurut Tjahjo, syarat mengucapkan syahadat diberlakukan bagi pengikut aliran itu, karena Ahmadiyah hanyalah keyakinan tertentu yang dipercayai oleh sekelompok orang. “Ya kalau dia agamanya Islam, ya tulis Islam dong itu penting,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Manislor, pengikut aliran Ahmadiyah mengadu ke Ombudsman tentang sulitnya membuat KTP bagi 1.400 warga. (viva)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *