Kamis 23 November 2017
  • :
  • :

Lima Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

Lima Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

Medan, SumutOnline – Dari pantauan satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN, menunjukkan jumlah dan sebaran titik panas (Hotspot,red) yang diakibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus meningkat.

Pada Minggu (23/7/2017) lalu, terpantau 150 Hotspot, kemudian pada Senin (24/7/2017) sebanyak 170 Hotspot dan pada Selasa (25/7/2017) meningkat menjadi 179 Hotspot.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Rabu (26/7/2017).

Dijelaskan Sutopo, peningkatan Hotspot ini seiring dengan cuaca yang makin kering sehingga hutan dan lahan mudah dibakar. Selain itu, jumlah Hotspot ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015 lalu.

“Untuk mengantisipasi Karhutla dan memudahkan dalam penanggulangan bencana asap akibat Karhutla, maka 5 provinsi langganan Karhuta yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga darurat Karhutla,” ujarnya.

Penetapan status siaga darurat ini, terang Sutopo, diambil setelah beberapa kabupaten/kota di masing-masing provinsi menetapkan siaga darurat.  Satgas terpadu dibentuk dimasing-masing provinsi untuk mengatasi Karhutla yaitu satgas darat, satgas udara, satgas pelayanan kesehatan, satgas penegakan hukum dan satgas sosialisasi.

“Upaya preventif sudah banyak dilakukan. Namun luasnya wilayah yang harus dijaga dan terbatasnya sarana prasarana menyebabkan karhutla masih terjadi di beberapa daerah. Sebagian besar penyebab karhutla adalah kesengajaan untuk membuka lahan,” ucapnya.

Lebih lanjut Sutopo mengungkapkan, bahwa untuk mendukung operasi Karhula, pihaknya mengerahkan 18 helikopter pemboman air (Water Bombing,red). Sebaran dari 18 helikopter tersebut adalah Riau 5 unit, Sumatera Selatan 5 unit, Kalimantan Barat 4 unit, Jambi 2 unit dan Aceh 2 unit.

“Dua helicopter pemboman air dioperasikan di Aceh menyusul penetapan siaga darurat di Kabupaten Aceh Barat. Selain itu, operasi hujan buatan juga di gelar oleh BNPB dan BPPT di Riau dan Sumatera Selatan. Total 68,4 ton bahan semai Natrium Chloride disebarkan ke dalam awan-awan potensial dengan menggunakan pesawat Casa-212 untuk memicu hujan. Sedangkan satgas darat dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, MPA, dunia usaha dan masyarakat terus melakukan pemadaman di darat,” tuturnya.

Sutopo juga mengungkapkan, total luas hutan dan lahan di Riau yang terbakar selama 2017 sebesar 548,72 hektar.

“Kemarin satgas terpadu berhasil memadamkan Karhutla di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul seluas 4 hektar. Karhutla seluas 10 hektar di Desa Buluh Manis, Kecamatan Bhatin Solapan, Kota Dumai juga dapat diatasi. Begitu pula Karhutla di daerah Desa Teluk Jira Parit, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil dapat dipadamkan,” bilangnya.

Menurut Sutopo, kebakaran lahan seluas 2 hektar terjadi pada, Selasa (25/7/2017) pada lahan gambut dengan jenis tanaman pakis, ilalang, sawit dan semak belukar di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Riau. Tim satgas darat dari TNI, Manggala Agni, Polisi, MPA, BPBD dan masyarakat berhasil memadamkan.

Asap mengepul di lahan yang terbakar dari karhutla di Bukit Merbau, Kabupaten Meranti, Riau berkurang setelah dilakukan pemboman air sebanyak 32 kali.

Sementara itu, Selasa pagi (26/7/2017) hingga siang asap dari karhutla di Aceh Barat menyebabkan menurunnya jarak pandang. Aktivitas masyarakat terganggu kebakaran lahan di Aceh Barat yang sebagian besar berada di lahan gambut.

Diperkirakan 69 hektar lahan terbakar di Aceh Barat yang tersebar di lima kecamatan yaitu Kecamatan Woyla, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Sama Tiga, Kecamatan Johan Pahlawan, dan Kecamatan Arongan Lambalek. Kebakaran lahan disebabkan masyarakat membersihkan lahan dengan cara membakar, sehingga api menyebar ke lahan lain.

Kebakaran terjadi sejak Selasa (18/7/2017) dan sampai saat ini di beberapa titik masih terbakar pada lahan gambut dan lahan mineral. Pada hari ini (26/7/2017) satgas darat dari BPBA, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, BLHK, SKPD terkait, RAPI dan masyarakat memadamkan titik api Desa Suak Nie, Suak raya, Leuhan dan Ujong Tanoh darat. Sedangkan helicopter MI-172 melakukan pemsdaman dibeberapa titik di Aceh Barat.

Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Cuaca makin kering sehingga mudah memicu karhutla. Semua unsur masyarakat dihimbau untuk menjaga wilayahnya agar tidak ada yang melakukan pembakaran. Awasi dan jaga lingkungan sekitarnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *