Jumat 24 November 2017
  • :
  • :

Rasio Peredaran Uang Palsu turun

Rasio Peredaran Uang Palsu turun

Medan, SumutOnline – Bank Indonesia mengklaim rasio peredaran uang palsu (upal) hingga pertengahan 2017, hanya empat lembar dari Rp1 juta uang yang beredar.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi mengatakan, terjadinya penurunan tersebut bila dibanding 2016 yang memiliki rasio 13 lembar uang palsu dari Rp1 juta uang beredar atau turun 70 persen.

Meski turun, Suhaedi menegaskan, pemberantasan uang rupiah palsu harus terus ditingkatkan. Lantaran, peredaran upal merusak kredibilitas rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan negara.

“Penurunan jumlah uang palsu yang beredar karena kerja sama semakin erat antara BI, Polri, Kejaksaan Agung dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal),” ujarnya, Rabu (26/7/2017).

Sejak Januari hingga Juni 2017, jumlah uang rupiah palsu yang ditemukan, kata Suhaedi, sebanyak 63.449 lembar. “Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan 2016 maupun 2015. Pada 2015 rasionya 21 lembar untuk setiap Rp1 juta uang yang beredar, dan pada 2016 ada 13 lembar dari Rp1 juta uang yang beredar,” tuturnya.

Disisi lain, sejak 2014 hingga 2016, terdapat 189.477 uang rupiah palsu yang ditemukan dan kini sudah dihancurkan BI dan Kepolisian.

Peredaran upal pada 2014-2016, sebagian besar berasal dari temuan perbankan. Setelah mendapat laporan, BI langsung menganalisis uang palsu tersebut melalui laboratorium Counterfit Analysis Center di kantor pusat BI.

Dilakukan analisis dan klasifikasi, apakah uang tersebut benar-benar palsu. Kalau betul, upal tersebut diserahkan ke Kepolisian untuk diproses hukum.

Selanjutnya, kepolisian menyelidiki peredaran uang palsu tersebut. Polisi juga meminta ketetapan pengadilan sebelum bersama BI menghancurkan uang palsu tersebut.

Pada 2014-2016, jumlah uang palsu yang sudah dimusnahkan yakni uang kertas palsu dengan nilai Rp100 ribu sebanyak 90.180 lembar, Rp50 ribu sebanyak 82.822 lembar, Rp20 ribu sebanyak 10.919 lembar, Rp10 ribu sebanyak 3.590 lembar, Rp5 ribu sebanyak 1.961, Rp2 ribu sebanyak lima lembar. (inilah).

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *