Selasa 17 Oktober 2017
  • :
  • :

Saatnya Indonesia Bangun Infrastrukur, kata Menkeu

Saatnya Indonesia Bangun Infrastrukur, kata Menkeu

Medan, SumutOnline – Untuk membangun infrastruktur, peran swasta menjadi sangat penting dalam pengembangannya. Hal ini dikarenakan saat ini Indonesia telah tertinggal jauh dengan negara-negara lain terkait infrastruktur.

“Mengejar ketertinggalan infrastruktur bukanlah hal yang mudah, karena jika kita Over Doing It kita bisa menjatuhkan banyak keberlanjutan keuangan publik. Inilah mengapa peran private sector menjadi sangat penting,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Menurut Menkeu, ketertinggalan sektor infrastruktur karena para pemimpin terdahulu sejak krisis di tahun 1997-1998 berusaha untuk menstabilkan kondisi ekonomi, mengembalikan kepercayaan publik, mengurangi hutang serta membuat keuangan negara kembali sehat dan kuat.

Namun dengan kondisi Indonesia yang sudah lebih baik, rate hutang terhadap GDP sudah cukup rendah, maka sekarang saatnya Indonesia mengejar ketertinggalan sektor insfrstruktur.

Menkeu menambahkan, Indonesia akan menggabungkan berbagai macam alternatif dalam skema pembiayaan. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya dapat menikmati hasil pembangunan infrastruktur dalam jangka waktu yang tidak lama tetapi Pemerintah juga mampu mendapatkan skema pembiayaan yang lebih bertanggung jawab.

Pemerintah sudah memiliki bekal yang positif karena Indonesia berada pada tingkat pertama dalam hal Trust and Confidence in National Government berdasarkan Gallup Polling pada publikasi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Level kepercayaan publik merupakan hal yang sangat penting bagi Pemerintah untuk meyakinkan masyarakat bahwa Pemerintah memiliki integritas serta kemampuan yang baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Level kepercayaan publik pada pemerintah Indonesia tahun 2016 mencapai 80%. Angka ini sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara OECD lainnya seperti US, UK, Jerman, bahkan Perancis. Kami bahkan mengalahkan Swiss yang selalu dikatakan tidak dapat dikalahkan,” pungkasnya. (inilah)

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *