Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Indonesia Masuki Era Inflasi

Indonesia Masuki Era Inflasi

Medan, SumutOnline – Indonesia memasuki era inflasi rendah. Alasannya, dua tahun terakhir ini, laju inflasi secara nasional berada di kisaran 3 persen.

“Tahun 2015 angka inflasi kita 3,35 persen, kemudian 2016 sebesar 3,02 persen kemudian kwartal I 2017 di kisaran empat persen,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi 2017 di Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Jokowi menyebutkan, kunci mengelola perekonomian baik di daerah maupun pusat, adalah pengendalian inflasi dan menggenjot pertumbuhan ekonomi. Saat ini, tingkat inflasi berada di posisi rendah, karena semua mengetahui fungsi dan manfaat pengendalian inflasi.

Sementara pertumbuhan ekonomi, Jokowi dengan bangga menyebutkan, di kalangan G20, Indonesia masuk tiga besar, setelah Tiongkok dan India.

“Kondisi global masih berat sekali, semua negara mengalami tekanan pada pertumbuhan ekonominya,” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada tingkat konsumsi masyarakat sehingga daya beli masyarakat harus terus dijaga.

“Belanja pemerintah juga harus diperhatikan, pemerintah biasanya terlambat keluarkan duit dari APBD, pengeluarannya kebut-kebutan pada akhir tahun, November atau Desember,” katanya.

Ia meminta belanja pemerintah sudah dimulai awal tahun misalnya untuk pembayaran uang muka. “Kita juga jangan memiliki budaya senang naruh di bank sehingga menjadi dana idle selama beberapa bulan sehingga peredaran uang kering,” ucapnya.

Jokowi juga mengingatkan, kunci pengelolaan ekonomi lain yaitu investasi dan ekspor. “Tolong ini betul-betul diperhatikan, tidak mungkin pertumbuhan ekonomi hanya dari loncatan stimulus APBN dan APBD,” pintanya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa ekspor Indonesia ke beberapa negara seperti AS dan Eropa, Amerika latin memang turun karena kondisi ekonomi kawasan yang melesu.

“Tapi peluang masih tetap ada seperti Sulsel yang bisa ambil peluang sehingga pertumbuhan ekonominya tinggi,” terang presiden.

Masih kata Jokowi, bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 7,4 persen sementara pertumbuhan ekonomi Kota Makassar lebih tinggi lagi yakni 7,9 persen.

Terkait investasi, Jokowi meminta daerah memperbaiki proses pelayanan perizinan investasi terutama menyangkut kecepatannya.

“Di jaman kemajuan IT saat ini harusnya perizinan selesai dalam hitungan jam, jangan sampai harian, mingguan, bulanan bahkan tahun,” pungkas presiden. (inilah)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *