Kamis 19 Oktober 2017
  • :
  • :

Wisata Alam & Jiwa, Kampoeng Stakoetoe

Wisata Alam & Jiwa, Kampoeng Stakoetoe

Medan, SumutOnline – Wihui……. Perjalanan Wisata Hemat kita kali ini akan mengajak anda untuk melihat lokasi wisata yang tidak hanya menawarkan wisata alam, tapi wisata jiwa. Karena penasaran, kami pun segera menyusuri Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari Medan menuju Kecamatan Pancur Batu.

Hanya butuh waktu 30 menit  untuk tiba di jalan utama menuju Kampung Stakoetoe Outbond. Perjalanan pun diteruskan melewati jalan perkampungan di Desa Salam Tani Kuta Tualuh Kabupaten Deli Serdang. Nama desa inilah yang akhirnya digunakan untuk menjadi nama Kampoeng Stakoetoe.

Saat kami tiba, ratusan orang sudah berkumpul di areal ini. Berbeda dari lokasi wisata lain, Kampoeng Stakoetoe Outbond tidak menerima tamu perorangan, tapi kelompok yang akan menjalani berbagai kegiatan dari Ice Breaking untuk memecahkan kebuntuan, Fun Games, hingga management training.

Uniknya, petualangan sudah mereka rasakan dari proses kedatangan. Mereka datang dengan menggunakan alat transportasi yang sudah dipersiapkan Kampung Stakoetoe yaitu truk tentara. Wuih….asyik kan!

Tidak sabar untuk melihat seperti apa pemandangan dan wahana yang ada di dalam Kampong Stakoetoe ini, kami pun langsung bergerak mencari seseorang untuk menuntun kami mencoba beberapa sarana yang ada di Kampong Stakoetoe ini.

Setelah mencari di kerumunan peserta kami menemukan orang yang kami cari… Seorang Instruktur Senior di Kampung Stakoetoe ini. Atas sarannya, kami memilih Game Dragon Ball untuk permainan awal kami.

Game Dragon Ball

Game yang sedang kami mainkan ini merupakan salah satu game yang bertujuan menumbuhkan kerja sama team.  Gamenya sederhana, hanya memindahkan kelereng dengan menggunakan potongan  bamboo dari satu peserta ke peserta yang lain hingga mencapai  potongan bamboo yang telah ditentukan. Meski sederhana, ternyata repot juga pemirsa. Berulangkali kami gagal, itu tandanya kami harus belajar lebih keras lagi menjadi satu team.

Masih dalam program Fun Games, kami pun bergabung dengan tim yang tengah melakukan Game Tongkat Air. Game ini juga terlihat sederhana. Para peserta harus mengikuti instruksi  dari leader yang berada di bawah timba berisi air. Peserta yang juga diartikan sebagai anggota team atau bawahan di perusahaan harus melewati potongan bamboo yang sudah dirangkai menjadi bagian dengan potongan bamboo berisi ember air di atas kepala leader.

Jika peserta yang matanya ditutup melanggar instruksi leader, maka  ember berisi air otomatis tumpah dan menimpa kepala leader. Meski sudah terasa letih, kami memutuskan untuk mengikuti permainan lainnya. Kali ini, kami memutuskan untuk memilih permainan Leadership yang tengah dipersiapkan di kelompok lain di bagian atas Kampong Stakoetoe.

Permainan di areal Leadership ternyata lebih menghebohkan. Ratusan peserta tengah bersiap-siap dengan permainan Lingkaran Langit. Lingkaran Langit adalah permainan team untuk memberikan pendidikan bekerjasama  dan mempelajari teknik paling jitu untuk mencapai tujuan. Selesai bermain Lingkaran Langit, team harus menjalani permainan unik lainnya yakni Transfer Sarung.

Meski terkesan sederhana dan menggunakan alat yang biasa saja, ternyata permainan ini benar-benar sulit dan menguras tenaga. Beberapa team bahkan harus mengulang transfer sarung dari awal karena ceroboh saat menstranfernya.

Setelah mendapat ilmu baru bagaimana mengatur strategi dalam menyusun team, kami akhirnya meneruskan ke permainan berikutnya yakni Games Water. Namanya juga Games Water, harus siap berbasah-basah ria tentunya.

Nah…. Ini dia game yang kami tunggu. Game yang bisa dilakukan perorangan namun membutuhkan ketelitian dan ketangguhan. Game yang masuk kedalam kategori high rope ini dinamakan game V bridge, kami pun mencoba secara bergantian. Tidak hanya sampai disini.. karena tidak jauh dari tempat V bridge berada, ada game yang dinamakan jembatan bergoyang.

Game yang jauh lebih membutuhkan tenaga dan keseimbangan karena jembatan yang satu ini tidak memiliki pegangan di sisi kanan dan kirinya seperti jembatan pada umumnya. Games ini benar-benar menguras tenaga. Begitu keluar dari jembatan, kami nyaris tumbang.  Matahari benar-benar berada di ufuk Barat ketika  jadwal istirahat seluruh permainan dilakukan. Suasana kampong Stakoetoe terasa benar-benar tenang.

Malam pun tiba, tepat pukul 22.00 Waktu Indonesia Barat, saatnya mengikuti kegiatan Renungan Suci. Para peserta turun ke lokasi pertemuan hanya dengan menggunakan lilin sebagai penerangan.

Suasana malam ini sangat indah, selain karena seluruh lampu dipadamkan, ditambah gerimis yang mulai turun seperti ingin ikut merasakan keheningan malam ini, cuaca yang begitu dingin membuat seakan jacket yang kami pakai pun tak mampu menghangatkan tubuh kami, kami duduk bersama ratusan peserta lainya di lapangan rumput untuk mengikuti renungan suci yang saat itu dipimpin oleh salah seorang instruktur, acara berlangsung khidmat ditengah kegelapan malam sampai akhirnya lilin pun dinyalakan atas arahan instruktur. Cahaya lilin yang beraturan semakin menambah indah malam ini.

Setelah beberapa lama, kesunyian dan kegelapan malam pun terpecah setelah api unggun dinyalakan. Ini menandakan acara renungan suci telah usai, dan beralih ke acara Surprise Party untuk salah seorang peserta yang kebetulan berulang tahun pada hari ini.

Acara ini diawali dengan sedikit sekenario untuk menghukum peserta yang berulang tahun dan ditutup dengan nyanyian selamat ulang tahun oleh panitia dan seluruh peserta yang ada disini.

Alam adalah laboratorium sesungguhnya. Kampoeng Stakoetoe Outbond adalah laboratorium yang memanfaatkan dimensi alam untuk memperbaiki jiwa. Melalui metode pembelajaran yang modern. Outbond, fun games, high rope games, ice breaking dan training types.

Kegiatan outbound bertujuan menumbuhkan dan menciptakan suasana saling mendorong, mendukung serta memotivasi dalam sebuah kelompok. Selain mengembangkan kemampuan apresiasi atau kreativitas dan penghargaan terhadap perbedaan dalam sebuah kelompok juga memberikan kontribusi memupuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, keberanian, percaya diri, tanggung jawab dan empati yang merupakan nilai dasar yang harus dimiliki setiap orang.

Yang diterjemahkan melalui experiential learning yang akan memberikan pengalaman langsung kepada peserta pelatihan dengan simulasi permainan. Peserta langsung merasakan sukses dan gagal dalam pelaksanaan tugas. Dalam outbound peserta akan lebih banyak dituntut mengembangkan kemampuan ESQ (emotional and spiritual quotient)nya, disamping IQ (intellegent quotient).

Kampoeng Stakoetoe Outbond Camp di Desa Salam Tani Kuta Tualuh-Pancur Batu-Deli Serdang-Sumatera Utara menjadi satu-satunya laboratorium Pencerah Jiwa yang terbesar di Sumatera Utara. Di areal seluas 5,8 hektar, Kampung Stakoetoe Outbond mendidik menjadi orang yang berbeda dan berkembang lebih baik.

Nah, kalau anda ingin memperbaiki kinerja pribadi dan kelompok, coba deh Kampoeng Stakoetoe, biaya perorang berkisar antara 150 ribu sampai 300 ribu tergantung paket apa yang diambil. Yang jelas, keluar dari pelatihan disini, kita bisa belajar mengenal menjadi leader atau menjadi bawahan. Belajar bagaimana berada dalam satu team, jadi nggak neko-neko dalam bekerja. (ys)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *