Jumat 24 November 2017
  • :
  • :

Wow !! Bunga Raflesia Mekar di Langkat

Wow !! Bunga Raflesia Mekar di Langkat

Langkat, SumutOnline– Tahukah anda, bulan Juli  dan Agustus adalah waktu yang tepat untuk anda melihat bunga bangkai dan bunga Raflesia Arnoldi di kawasan Sumatera Utara. Salah satu lokasi yang menjadi tempat habitat bunga endemis ini adalah Hutan Batu Katak, Desa Batu Jonjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

Bunga Bangkai atau dikenal dengan nama latin  Amorphophallus titanium dan bunga Raflesia yang lebih dikenal dengan nama Raflesia Arnoldi yang menjadi ikon Propinsi Bengkulu ternyata juga sering dijumpai di berbagai daerah di Sumatera Utara.

Kami mendengar kabar, jika kedua jenis bunga langka ini tengah mekar di antara rerimbunan hutan di Desa Batu Jonjong. Karena penasarankan, kamipun menuju ke kawasan Hutan Batu Katak.

Desa Batu Katak posisinya tak jauh dari kawasan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok. Di persimpangan tiga menuju Bukit Lawang, anda dengan mudah bisa melihat tanda jalan menuju Objek Wisata Alam Batu Katak. Setelah belok kiri, anda akan segera menyusuri kawasan perkebunan dan pebukitan.  Pemandangan indah akan menemani anda selama perjalanan. Hanya berkisar 45 menit, kita akan tiba di lokasi wisata alam Batu Katak.

Dari tempat ini, ditemani warga, kamipun mencoba menelusuri hutan Batu Katak yang dikenal dengan sebutan Hutan Ramah Anak. Melewati semak belukar, jalan setapak, masuk gua dan keluar gua hingga menyebrangi sungai,  kami hanya menemukan sisa-sia kelopak bunga Raflesia yang telah gugur dari atas pohon besar dan sudah layu.

“Minggu lalu, Raflesia mekar di antara ranting-ranting pohon dan sama sekali tidak menyentuh tanah,” kata Hendra Ginting, warga desa yang membawa ke lokasi ini sambil menunjukkan foto-foto bunga bangkai yang diambilnya dengan telepon selular.

Perjalanan mencari bunga langka ini kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua bunga raflesia dan lokasi ketiga bunga bangkai. Seperti halnya di tempat pertama, di tempat ini kedua bunga tersebut juga telah layu dan mati.

Meski sedikit kecewa, kami akhirnya mencoba meneruskan perjalanan.  Amorphophallus titanum – yang diterjemahkan sebagai “penis raksasa yang bentuknya aneh” – memegang rekor sebagai bunga tidak bercabang terbesar di dunia. Tanaman ini hampir tidak ada yang dibudidaya, dan waktu mekarnya tak terduga dan langka, terjadi kira-kira sekali setiap lima sampai 10 tahun.

Dalam keadaan letih, beruntung kami menemukan bunga bangkai yang belum mekar. Tak apa. Ini cukup membayar semua keletihan kami.  Karena entah kapan, kami bisa menemukan lagi kesempatan ini. (Nda)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *