Kamis 23 November 2017
  • :
  • :

Sinabung Kembali Muntahkan Awan Panas

Sinabung Kembali Muntahkan Awan Panas

Medan, SumutOnline – Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo kembali memuntahkan awan panas dengan ketinggian mencapai 2 ribu hingga 3 ribu meter dari atas puncak condong ke arah Selatan, pada Selasa (2/8/2017).

Erupsi ini terjadi beberapa kali dimulai dari pukul 08.09 Wib, pukul 09.36 Wib. Pada pukul 11.10 Wib, Sinabung memuntahkan awan panas guguran (APG) sebanyak 16 kali dengan jarak luncur berkisar 2500 sampai 4500 ke arah Tenggara Timur, dengan durasi berkisar 251 – 707 detik.

Dilansir Dari www.vsi.esdm.go.id, kolom asap berkisar 1000 – 4200 meter dari atas puncak dan condong ke arah selatan. Dampak landaan APG masih terjadi di dalam daerah yang direkomendasikan oleh Badan Geologi-KESDM.

Badan Geologi-KESDM sudah menyampaikan status Sinabung adalah Level IV (AWAS) sejak 2 Juni 2015 dengan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur Sinabung.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung dihimbau agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Dijelaskan juga bahwa aktivitas vulkanik Sinabung secara umum sampai saat ini ditandai dengan Gempa Low Frequency < 10 kejadian/hari dan pertumbuhan kubah lava yang relatif kecil (~ 1 m3/s) dengan volume kubah lava berdasar hasil pengukutran 19 Juli 2017 sudah mencapai 2,3 juta m3.

Kepala Badan Geologi-KESDM bersama Bupati Karo beserta BPBD Kabupaten Tanah Karo sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi secara langsung di lapangan pada 24 Mei 2017 dan dilanjutkan secara menerus oleh Tim Tanggap Darurat Sinabung-Badan Geologi mengenai ancaman erupsi maupun APG di daerah yang sudah direkomendasikan, maupun bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *