Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Di Sumut, Jepang Tawarkan Pengembangan Beras Premium

Di Sumut, Jepang Tawarkan Pengembangan Beras Premium

Medan, SumutOnline – Pemerintah Jepang menawarkan pengembangan pertanian berupa beras kelas premium yang dianggap potensial jika bisa diproduksi di Sumatera Utara (Sumut).

“Mereka (perusahaan Jepang,red) menawarkan produk beras kelas premium dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Kita minta mereka buat pilot project-nya di sini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Ibnu Hutomo, kemarin.

Ibnu berharap, Jepang melalui perusahaan yang ada di Sumut bisa mengembangkan produksi bidang tanaman pangan tersebut di Sumut, termasuk dalam hal inovasi meningkatkan kualitas padi serta peningkatan jumlah produksi dalam rangka mencapai swasembada pangan berkelanjutan. “Kita juga minta bagaimana teknologi yang mereka punya, bisa dikembangkan di sini juga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, mengatakan, saat ini satu perusahaan Jepang yang memproduksi beras Jepang kelas premium telah beroperasi menyuplai kebutuhan khususnya bagi restaurant Jepang di Indonesia.

Sehingga peluang investasi untuk bidang pertanian ini harus menjadi perhatian pemerintah provinsi (Pemprov) Sumut. “Marketnya adalah untuk restaurant Jepang di sini. Ini kita ajak supaya mereka mau berinvestasi di Sumut,” ucap Parlindungan.

Selain bidang pertanian dan tanama pangan, lanjut Parlindungan, kerjasama investasi juga bisa dilakukan antara Jepang dan Sumut di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, sosial budaya, pariwisata, ekonomi dan lainnya.

Melaui organisasi yang disebutnya Forum Sumatera-Jepang, hubungan baik bisa dijalin dengan mudah karena sudah ada komunikasi yang intensif antara dua negara ini.

“Jepang bertanya apa saja peluang investasi yang bisa dijalankan di Sumut. Apakah termasuk infrastruktur jalan tol Medan-Berastagi, meskipun belum masuk proyek strategis nasional. Tentunya hal itu harus diinventarisir,” sebutnya.

Dengan demikian, masih kata Parlindungan, perusahaan besar di Jepang tidak hanya memperkenalkan teknologi yang ada untuk dicontoh dan dikembangkan di Indonesia secara umum, namuan juga di Sumut. Selain itu, mereka juga harus ikut menanamkan modalnya dalam membantu percepatan pembanguna di segala bidang.

“Ya, jadi mereka juga sudah pernah kita fasilitasi dengan sejumlah kementerian terkait. Setelah ini mereka juga akan mengunjungi Silangit sampai turun ke bawah (Muara,red). Karenanya, kita juga akan membawa mereka untuk komunikasi ke Bappeda terkait apa saja yang menjadi peluang investasi,” pungkasnya. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *