Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Greysia Polii: Misi Saya Rebut Emas

Greysia Polii: Misi Saya Rebut Emas

Medan, SumutOnline – Nama Greysia Polii sudah tidak asing lagi di dunia Bulutangkis Indonesia. Ia adalah Pebulutangkis yang menjadi andalan Indonesia di nomor ganda putri.

Catatan terbaiknya di ajang multievent adalah meraih medali emas Asian Games 2014. Kini target emas SEA Games 2017 dibidik bersama pasangan baru, Apriani Rahayu.

Greysia belum lama dipasangkan dengan Apriani, yang usianya terpaut 10 tahun lebih muda. Keduanya bisa langsung kompak dan berhasil meraih gelar juara di Thailand Terbuka 2017 yang digelar pada Juni 2017.

Kekompakan tersebut tidak lepas dari kematangan Greysia sebagai Pebulutangkis senior yang bisa mengarahkan Apriani. Bagi Greysia yang sudah sering berganti-ganti rekan duet, mengarahkan partner baru bukan hal yang asing.

Greysia tercatat pernah berpasangan dengan Heni Budiman, Jo Novita, Vita Marissa, Nitya Krishinda Maheswari, dan Meiliana Jauhari di ganda putri.

Selain itu, dia juga sempat berpasangan dengan Tontowi Ahmad dan Muhammad Rijal saat dicoba turun pada nomor ganda campuran. Sederet prestasi diraih Greysia dengan pasangan berbeda.

Gelar juara Kejurnas Bulutangkis 2003 direngkuhnya bersama Heni Budiman, kemudian gelar juara Filipina Terbuka 2007 dan Kejurnas 2007 menjadi miliknya bersama Jo Novita.

Bersama Nitya Krishinda, Greysia menjadi kampiun Thailand Terbuka 2013 dan menyabet medali emas Asian Games 2014. Kemudian juga ada gelar juara Kejurnas 2009 bersama Meiliana Jauhari di ganda putri dan bersama Tontowi Ahmad pada ganda campuran.

Di SEA Games, prestasi terbaik Greysia adalah melaju ke babak final. Namun, dia belum pernah menggenggam medali emas. Bersama Jo Novita, Greysia meraih medali perak SEA Games 2005 dan 2007. Sementara medali perak 2013 direngkuh bersama Nitya.

Datang ke SEA Games 2017 bersama pasangan baru, Greysia Polii menargetkan prestasi lebih baik dibanding edisi-edisi sebelumnya. Greysia mengklaim status underdog bukan halangan untuk menciptakan kejutan di Malaysia.

“Target pribadi saya ingin lebih dari medali perak. Namun, saya tidak ingin berpikir terlalu jauh. Hanya saja target itu selalu ada di dalam dalam pikiran saya,” ujar pebulutangkis berusia 29 tahun itu.

Berpikir positif untuk tetap optimistis sudah pasti, namun ia tidak ingin hal itu menjadi sebuah bumerang baginya.

“Saya berpikir kami datang dan ingin bermain di sana dengan pemikiran nothing to lose dan menganggap diri sebagai underdog. Semoga saya bisa meraih hasil maksimal bersama pasangan baru,” pungkasnya. (bola)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *