Jumat 24 November 2017
  • :
  • :

Zaman Karya Sang ‘Pawang’ Tirtanadi

Zaman Karya Sang ‘Pawang’ Tirtanadi

Medan, SumutOnline – Zaman Karya Mendrofa, nama yang tidak lagi asing di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara.

Bicara soal Public Relations (PR) eksternal perusahaan berplat merah ini, Zaman Karya adalah ‘pawangnya’. Pria kelahiran 8 November 1972 di Nias Selatan ini dipercaya sejak 8 tahun silam menggawangi Bidang Publikasi dan Komunikasi PDAM Tirtanadi.

Tak heran, nama Zaman begitu familiar bagi kalangan eksternal perusahaan terutama awak media. Duduk semeja menyeduh kopi dan berdiskusi dengan wartawan atau para tamu menyangkut kehumasan adalah keseharian Zaman. Tak ada jarak antara wartawan dengan sosok pria satu ini. Kendati profesionalitas tetap menjadi prioritas utama dalam bekerja dan bermitra.

“Saya pindah ke Bidang Publikasi dan Komunikasi pada tahun 2009 dan sampai saat ini masih dipercaya Direksi PDAM Tirtanadi bertugas di Bidang Publikasi dan Komunikasi,” kata Zaman, kepada wartawan di Medan, Senin (7/8/2017).

Pria berkacamata ini diangkat sebagai Pegawai PDAM Tirtanadi sejak Oktober 1999. Penugasan pertamanya di Divisi Zona 1, atau saat ini disebut Divisi Transmisi Distribusi. Sebuah Divisi yang membawahi seluruh Cabang Pelayanan di Kota Medan.

Tahun 2007, Zaman dipindahkan di Divisi Zona 2, yang kini sudah ditiadakan. Saat itu, Divisi tersebut membawahi seluruh Cabang Pelayanan Kerjasama Operasi (KSO) di Kabupaten Kota Provinsi Sumatera Utara.

Perjalanan karir Zaman terus bergerak hingga di tahun 2009, hingga akhirnya ia didapuk bertugas di Divisi Public Relations (PR) atau saat ini disebut sebagai Divisi Sekretaris Perusahaan.

Zaman dipercaya menjabat Asisten 1 sampai saat ini. Dengan masa kerja yang hampir 18 tahun, tak heran Zaman ‘mengantongi’ pengetahuan yang mumpuni tentang PDAM Tirtanadi.

Ingin bertanya soal perusahaan air tersebut terutama menyangkut komunikasi dan publikasi atau sejumlah bidang lain, Zaman adalah orang yang tepat.

“Sebodoh apapun kita asalkan ada kemauan dan usaha untuk belajar maka pengetahuan kita akan bertambah,” kata Zaman penuh motivasi.

Pria bertubuh proporsional yang senang berkendara roda dua ini adalah pegiat ilmu. Meski mengantongi gelar Strata-1 (S-1) jurusan Hukum, tak membuatnya berhenti mengejar pendidikan.

Kini di usia menginjak 45 tahun, Zaman bertekad menuntaskan Pendidikan Magister Hukum di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan. Belajar bagi Zaman tak mengenal usia.

“Semakin banyak yang kita ketahui maka semakin banyak pula yang tidak kita ketahui maka untuk itu teruslah belajar, jangan batasi diri karena umur,” ujarnya.

Sepak terjang Zaman tak saja di internal PDAM Tirtanadi. Sejumlah organisasi lain turut memercayainya.
Sebut saja Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Pengprov Sumatera Utara yang menugasinya membidangi kehumasan.

Tak itu saja, pada Musyawarah Wilayah Pemuda Pancasila (Muswil PP) Sumatera Utara Ke-13 beberapa bulan yang lalu, Zaman juga dipercaya sebagai Anggota Bidang Humas Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara periode 2017-2022.

Sejumlah organisasi lain juga digeluti Zaman. Diantaranya Organisasi Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) dan Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum (HIMAH) UPMI yang mengangkatnya sebagai Penasehat.

Selain itu, dipergaulan keorganisasian sosial Zaman juga terbilang aktif. Ia dipercaya sebagai Sekretaris Majelis Persaudaraan Muslim (MPM) Kompleks Perumahan PDAM Tirtanadi.

Mengemban tugas sebagai Humas PDAM Tirtanadi, Zaman mengaku banyak mengalami suka dan duka. Kendati, bagi Zaman pengalaman suka lebih banyak ia dapatkan. Alasannya sederhana, karena dapat mengenal banyak orang dari berbagai kalangan dan berbagai karakter.

“Sukanya dapat kenal banyak orang, hal ini sangat bermanfaat untuk kelancaran pelaksanaan tugas maupun hubungan silaturahmi secara personal, sedangkan dukanya yaitu terkadang tidak dapat menyenangkan dan memuaskan semua orang, sehingga kadang-kadang karena harapan yang tidak terpenuhi dapat merusak hubungan silaturahmi,” tutur Zaman sambil tersenyum.

Suami dari Tutriana (42) dan ayah dari 2 putra masing-masing Wilbert Ananta Yamandita Mendrofa (24), Dieza Anugerah Mendrofa serta seorang putri Clara Anjani Mendrofa (21) ini tak hanya mumpuni di bidang kehumasan.

Menulis berita layaknya jurnalis juga ia lakoni. Zaman juga menjadi konseptor di hampir semua berita terkait gangguan pelayanan maupun perkembangan perusahaan. Karena itu pula ia dikenal aktif menulis di Majalah Perpamsi dan Buletin Tirtanadi (Butir). “Separuh jiwa ini sudah sebagai wartawan,” kata Zaman.

Aktivitas jurnalisme itu pula ia akui menumbuhkan kedekatan emosional dengan banyak jurnalis. Jiwa kritis saat ia mendengar ada upaya menghalang-halangi pekerjaan jurnalis tak jarang muncul secara spontan.

“Makanya saya agak kritis apabila ada yang menghalang-halangi wartawan dalam melaksanakan tugasnya, apalagi kalau saya mendengar ada kejadian yang tidak menyenangkan menimpa wartawan dalam melaksanakan tugasnya, saya sangat kutuk keras hal itu,” tegas Zaman.

Zaman menilai tugas Jurnalis sangatlah penting bagi seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintah. Selain itu, sehebat dan sebrilian apapun pencapaian yang dilakukan baik seseorang, institusi, perusahaan ataupun pemerintah, tanpa adanya informasi yang disampaikan kepada publik, pencapaian itu tidak akan berarti apa-apa.

“Jangan menganggap remeh profesi wartawan, Pena itu lebih tajam dari Pedang,” katanya.

Kendati Zaman tetap berpengharapan. Profesi jurnalis semakin mendapatkan tempat dan ruang yang semestinya. Yakni penguatan profesionalitas dan independensi yang harus semakin dijaga.

“Sehingga tidak hanya dimanfaatkan untuk sarana propaganda dan pencitraan oleh oknum atau kelompok tertentu,” pungkasnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *