Kamis 19 Oktober 2017
  • :
  • :

Dewan akan Panggil 3 Perusahaan Sawit di Labuhan Batu ke Medan

Dewan akan Panggil 3 Perusahaan Sawit di Labuhan Batu ke Medan

Medan, SumutOnline – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) akan memanggil 3 perusahaan perkebunan sawit di Labuhan Batu untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di Medan, terkait hak normatif karyawan. Ketiga perusahaan tersebut yakni, PT Daya Labuhan Indah, PT Sinar Pendawa dan PT Cisadane Sawit Raya yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit

Anggota DPRD Sumut, Ari Wibowo mengatakan, pemanggilan kali ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari ketidakhadiran ketiga perusahaan tersebut pada saat RDP di Kanotr Bupati Labuhan Batu, pada 3 Agustus 2017 lalu.

Pada saat itu, lanjut Ari, pihaknya tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkab Labuhan Batu untuk mempertanyakan tentang hak normatif karyawan yang bekerja diketiga perusahaan tersebut. Namun ketiganya mengabaikan panggilan dewan.

“Saat kunker ke Labuhan Batu, kita sudah undang mereka, termasuk Upt Dinas Tenaga Kerja Pemprovsu dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhan Batu untuk mempertanyakan hak normatif karyawan mereka. Ketika kita minta agar dihubung, jawab yang diterima salah satu perusahaan sedang dijalan dan yang lain sedang dalam proses pemberian gaji,” ujar Ari, kepada wartawan di Medan, Selasa (8/8/2017).

Menurut Politis Partai Gerindra ini, pihaknya sering mendengarkan keluhan dari pekerja tiga perusahan perkebunan sawit tersebut. Selain mengenai hak normatif, juga mengikutsertakan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Baru-baru ini, kita mendapatkan informasi jika pekerja disalah satu perusahaan itu tewas akibat tertimpa alat ketika sedang bekerja dan kita tidak tahu perkembangannya hingga kini, apakah perusahaan bertanggung jawab atau tidak. Berdasarkan informasi tersebut, kemudian kami mentabulase keluhan pekerja dan memanggil mereka untuk berdialog di kantor Bupati Labuhan Batu,” tuturnya.

Secara institusi, pihaknya mengapresiasi sikap Pemkab Labuhan Batu yang terbuka dan bersedia menyiapkan tempat untuk lokasi dialog mengenai hak pekerja dan yang sangat disesalkan ketiga perusahaan itu tidak mengutus perwakilan sama sekali untuk membahas berbagai keluhan yang disampaikan kerjanya.

Ari juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyesalkan petugas Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara yang seolah-olah menjadi juru bicara tiga perusahaan tersebut.

Menurut Ari, petugas Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara itu justru yang menjelaskan alasan ketidakhadiran pimpinan tiga perusahaan perkebunan tersebut. “Mereka bilang, tiga perusahaan itu sedang sibuk karena sedang berada di awal bulan. Seolah-olah mereka pula yang menjadi juru bicara perusahaan,” ucapnya.

Disebabkan ketidakhadrian itu, DPRD Sumut berencana memanggil pimpinan PT Daya Labuhan Indah, PT Sinar Pendawa, dan PT Cisadane Sawit Raya untuk rapat di Medan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRD Sumut, Ahmadan Harahap meminta agar ketiga perusahaan tersebut hadir dengan mengutus orang yang bisa mengambil kebijakan. Karena pihaknya hanya meminta penjelasan. “Kita sudah jadwalkan untuk pertemuan lanjutan di Medan. Untuk itu, kita mengingatkan mereka agar hadir RDP di Medan nantinya,” ucapnya.

Ahmadan juga menurutkan, bahwa pihaknya sangat mendukung adanya investasi di Labuhan Batu, namun hak normatif pekerja harus dipenuhi.  Selain itu, UPT Disnaker Pemprovsu harusnya tahu dan tanggap. Ketika ditanya tentang kehadiranereka, masa jawabannya sedang dijalan dan sedang gajian.

“Inikan jawab klasik. Tidak perlu diutarakan. Yang penting kehadiran mereka,” pungkasnya. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *