Rabu 18 Oktober 2017
  • :
  • :

Umat Islam Tak Ikhlas Dunia & Akhirat Dana Haji Dipakai 

Umat Islam Tak Ikhlas Dunia & Akhirat Dana Haji Dipakai 

Medan, SumutOnline – Pemerintah dinilai sudah kebingungan dalam mencari uang untuk menjalankan proyek infrastruktur yang tengah dijalankan saat ini. Karena itu, pemerintah juga diingatkan untuk tidak menggunakan dana umat Islam (dana haji,red) untuk melangsungkan proyek tersebut.

“Mau apapun alasannya dan mauapaun iming-imingnya, dana haji jangan dipakai untuk kegiatan apapun. Itu milik umat yang telah berniat untuk menjalankan perintah agama. Kok seenaknya pemerintah memakainya,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Iskandar Sakti Batubara, kepada wartawan, Selasa (8/8/2017).

Iskandar menjelaskan, jika pemerintah tetap bersikeras menggunakan dana haji tersebut, maka umat Islam diyakini akan berontak dan akan terjadi gejolak sosial.  “Saya rasa pemerintah sudah tidak memiliki uang untuk menjalankan proyek-proyeknya dan mungkin sudah tidak tahu lagi mau hutang kemana. Karena itu, dana haji diobok-obok, mumpung menganggur dananya. Tidak usah jauh-jauh, saat ini saya dan istri sudah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji, kalau sampai hal ini terjadi, saya tidak akan ikhlaskan kalau pemerintah memakainya sampai kiamat,” jelasnya.

Seharusnya, masih kata Choki, Menteri Agama, Lukman hakim bijak dan cerdas melihat permasalahan ini dan memberikan penjelasan kepada presiden terkait hal ini. “Jangan karena untuk mempertahankan kursi jabatan menteri, Lukman Hakim langsung mengiyakan dana itu dipakai. Itusangat memalukan. Kalau memang gentle, ya mundur,” ketusnya.

Selain itu, jika ditinjau dari pelayanan yang diberikan, Indonesia sangat jauh tertinggal dari Malaysia. Pasalnya, dengan dana yang begitu besar, jarak yang harus ditempu oleh Jemaah haji Indonesia cukup jauh, sekitar 3 sampai 4 kilometer dari tenda ke Ka’bah. “Sementara, Jemaah haji asal Malaysia hanya 1 kilometer,” pungkasnya.

Sementar aitu, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai PKS, Syamsul Qodri mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari permasalahan ini adalah gejolak sosial. Karena saat ini umat Islam sangat banyak kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap kurang berpihak kepada umat Islam.

“Sementara dana itu berasal dari umat Islam. Maka banyak sentimen penolakan dari kalangan masyarakat Islam. Saya rasa kalau sikap dan kebijakan pemerintah selama ini tidak seperti sekarang ini, maka permasalahannya tidak seramai,” tandasnya. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *