Rabu 18 Oktober 2017
  • :
  • :

Jokowi: Tak Ada Warganegara Kelas 1 dan Kelas 2

Jokowi: Tak Ada Warganegara Kelas 1 dan Kelas 2

Medan, SumutOnline – Sebagai negara yang majemuk, Indonesia memiliki banyak pengalaman yang panjang dalam mengelola keragaman dan peradaban. Atas dasar itu, pentingnya Pancasila dijadikan sebagai perekat persatuan dan ideologi Indonesia dan UUD 1945 sebagai consensus bersama antar seluruh elemen bangsa.

Menurut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, seluruh warganegara harus memegang teguh konstitusi untuk memastikan adanya penghormatan, adanya perlindungan, adanya pemenuhan hak-hak asasi manusia dan hak warga negara bagi seluruh rakyat Indonesia dan dengan penghormatan, perlindungan, pemenuhan hak-hak warga negara itu, maka setiap warga negara memiliki persamaan kedudukan, memiliki kesetaraan dalam kehidupan bernegara.

“Tidak ada warga negara kelas 1, warga negara kelas 2, yang ada adalah warga negara Republik Indonesia,” kata Jokowi, di Jakarta, seperti dilansir dari Setkab.go.id, Rabu (9/8/2017).

Berdasarkan pengelaman tersebut, lanjut Jokowi, semakin meneguhkan keyakinan dirinya bahwa konstitusi menjadi pelindung kemajemukan, pelindung keragaman, baik itu keragaman pendapat yang menjadi ciri khas demokrasi, maupun keragaman etnis, keragaman budaya dan agama.

“Konstitusilah yang menjaga agar tidak ada satupun kelompok yang secara sepihak memaksakan kehendaknya tanpa menghormati hak-hak warga negara yang lain. Selain itu sebagai negara demokrasi, Indonesia menjadikan konstitusi sebagai rujukan utama dalam membangun praktik demokrasi yang sehat dan terlembaga,” tandasnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *