Selasa 24 Oktober 2017
  • :
  • :

Konsumsi Susu Nasional Masih Tertinggal

Konsumsi Susu Nasional Masih Tertinggal

Medan, SumutOnline – Angka kenaikan hingga 5 persen setiap tahunnya terhadap konsumsi susu nasional dengan rata-rata konsumsi 17,2 kg per orang untuk pertahunnya, ternyata masih tertinggal dibandingkan dengan rata-rata Negara ASEAN sebesar 25 kg per kapita untuk per tahunnya.

Karena itu, kata Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Subandi, pemerintah akan berupaya mendorong terwujudnya konsumsi susu bagi masyarakat karena susu terbuktu sebagai sumber pangan kaya gizi.

Dijelaskan Subandi, saat ini pemerintah mendorong terbentuknya produksi susu dengan harga terjangkau. Selain itu, produsen susu juga dapat melakukan kolaborasi atau kemitraan dengan para peternak sapi perah lokal sebagai pemasuk bahan baku. “Dari kerjasama ini ada dua keuntungan yaitu, produsen mendapatkan pasokan bahan baku dan disaat yang sama kesejahteraan peternak sapi juga akan meningkat,” tuturnya, kemarin.

Subandi juga mengungkapkan, bahwa partisipasi aktif swasta ini dapat menunjang program pemerintah yakni pelaksanaan target SDGs yang telah ditetapkan presiden melalui peraturan pemerintah.

Seperti diketahui, peningkatan gizi masyarakat merupakan aseanbagian dari target SDGs dan sejalan dengan RPJNM pemerintah. Hal ini juga sejalan dengan program strategis negara-negara Asean dalam Asean Strategic Action Plan for SMEs Development 2016-2015.

Sementara, Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir, mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh upaya mengenjot pemenuhan nutrisi masyarakat melalui konsumsi susu.Upaya ini diharapkan akan berdampak positif bagi pelaku usaha susu mikro di Indonesia. “Kalau kebutuhan konsumsi susu bisa dipenuhi dari peternak lokal tentu manfaatnya akan terasa sekali dan memperkuat posisi Indonesia di Masyarakat Ekonomi Asean,” ujar Abdul.

Diungkapkan Abdul, saat ini, pemerintah telah menyiapkan peraturan yang mendorong kemitraan swasta dan peternak susu lokal. “Dengan peraturan tersebut industri pengolahan susu bisa menyerap seluruh produksi yang berasal dari koperasi susu,” ucapnya.

Sementara itu, rancangan Peraturan Menteri Pertanian tentang Penyediaan dan Peredaran Susu telah disiapkan sejak awal Februari kemarin. Salah satu pasal di dalam peraturan tersebut mengatur kewajiban pelaku usaha menjalin kemitraan dengan peternak sapi perah lokal.

Nantinya, kemitraan dituangkan dalam bentuk proposal yang memuat bentuk kerjasama, jangka waktu, pasokan dan permintaan susu yang dihitung oleh tim analisis, dan harga susu yang disepakati sesuai dengan komponen harga susu. (bisnis)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *