Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Bumi Punya Dua Bulan?

Bumi Punya Dua Bulan?

Medan, SumutOnline – Keberadaan Bulan sudah jamak diketahui punya pengaruh pada pasang surut air laut. Dampak itu timbul dari pengaruh gara gravitasi antara Bumi dan Bulan. Lalu bagaimana jika Bumi punya dua Bulan, dampaknya bakal seperti apa.

Pakar astronomi radio Jodrell Bank Centre for Astrophysics, University of Manchester, Inggris, Alastair Gunn menjelaskan, dampaknya tergantung seberapa besar ukuran Bulan kedua dan seberapa jauh Bulan kedua mengorbit Bumi. Namun yang pasti, kata dia, jika Bumi punya dua Bulan, maka pasang surut air laut bakal berubah “Gelombang pasang bisa lebih kecil atau lebih tinggi, dan mungkin ada lebih dari dua pasang air laut per hari,” jelas Gunn, Kamis (10/8/2017).

Dijelaskannya, jika pengaruh gravitasi Bulan kedua sangat ekstrem, maka bisa menyebabkan pasang surut air laut menjadi fenomenal. Gunn menyebutkan, kemungkinan bisa tinggi pasang air laut mencapai satu kilometer dan mengakibatkan tsunami kian sering terjadi di Bumi. “Dampak lainnya, menyebabkan aktivitas vulkanik dan gempa Bumi makin meningkat,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin mengatakan, pasang surut air laut memang dipengaruhi oleh perbedaan gravitasi.

Ia juga mengatakan, pasang surut air laut Bumi disebabkan oleh gravitasi Bulan dan Matahari. Dalam hal ini, gravitasi Bulan lebih mempengaruhi Bumi karena letak satelit tersebut lebih dekat dengan Bumi. “Pada saat Bulan dan Matahari hampir segaris, gaya pasang surut Bulan diperkuat oleh Matahari. Jadi saat Bulan baru dan purnama, pasang air laut maksimum,” kata Thomas. (vvn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *