Kamis 19 Oktober 2017
  • :
  • :

Nyabu, Putra Bupati Batubara Divonis 2 Tahun Penjara

Nyabu, Putra Bupati Batubara Divonis 2 Tahun Penjara

Medan,  SumutOnline– Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap OK Muhammad Kurnia Aryeta anak kandung Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen.  Terdakwa  dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan mengusai narkoba dengan jenis sabu. ‎ Zulkarnaen dijerat Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang dipimpin majelis hakim ‎Jamalludin digelar secara cepat dan tanpa sepengetahuan awak media dengan dua agenda pembelaan atau Pledoi dan putusan yang digelar di PN Medan, Kamis (10/8) siang.

.”Terdakwa divonis dua tahun penjara dan tidak ada denda,” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tetty Simbolon ketika dikonfirmasi wartawan.

Menyikapi putusan itu, Tetty mengatakan terdakwa pikir-pikir.”Kita juga pikir-pikir atas putusan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, vonis tersebut lebih ‎dari tuntutan JPU. Yang menghukum‎ anak kandung Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen dengan hukuman selama 3 tahun dan enam bulan kurungan penjara

Untuk diketahui, dalam dakwaan JPU menyebutkan terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian Polsek Sunggal pada 14 Februari 2017 lalu di Jalan Ringroad Simpang Jalan Setia Budi, Medan.

Saat ditangkap, Kurnia sedang mengendarai mobil Suzuki Swift warna hitam BK 1017 VV. Dari tangannya petugas menemukan barang bukti 1 paket Rp150 ribu narkoba jenis sabu yang disimpan dalam tas sandangnya.

Kasus ini, kedua kalinya Kurnia berusuan dengan hukum atas penyalahgunaan narkoba‎ pada bulan Agustus 2016 lalu, terdakwa OK Muhammad Kurnia Aryetta juga pernah ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara bersama dengan sepupunya Mirza Hafid (24) di Simpang Jalan Tanjung Kuba, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Keduanya mendapatkan pengajuan untuk dilakukan rehabilitas atas kecanduan narkoba dengan jenis sabu-sabu. Tapi, hal serupa kembali dilakukan Kurnia. Atas perbuatannya, Kurnia merasakan kursi persakitan dan harus mendekam didalam balek jeruji sel penjara.(yp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *