Rabu 18 Oktober 2017
  • :
  • :

Keluarga Kuna Tak Takut Laporan PN Medan ke Polisi‎

Keluarga Kuna Tak Takut Laporan PN Medan ke Polisi‎

Medan, SumutOnline – Keluarga ‎Indra Gunawan alias Kuna, menyesalkan sikap Kejari Medan tidak melakukan upaya hukuman lanjutan. Malah membebaskan Raja alias Raja Kalimas‎ dari Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Kamis (10/8/2017).

Karena itu, keluarga korban tidak merasa takut atas laporan pihak Pengadilan Negeri (PN) Medan atas kasus kerusahan dan perusakan.

“Kita menyesalkan sikap Jaksa atas itu (pembebasan,red).‎ Kita gak gentar, akan kita hadapi. Gak ada masalah itu. Yang kita lakukan itu hanya spontanitas, bukan sengaja kita membawa alat,” kata paman korban Radha Krishna kepada wartawan, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, terjadinya pengrusakan disebabkan karena kesalahan dari pengadilan. Andai saja pengadilan bersidang tanpa harus menutup-tupi proses pembacaan putusaan, hal itu tidak akan terjadi.

“Itukan kesalahan pengadilan. Mikropon sengaja tidak terdengar, jaksa suka-suka.  Berkas sudah dikirim dua bulan, tidak ada persidangan,” ujarnya.

Ia juga menyalahkan, Kejari Medan yang terkesan memberi peluang prapid untuk tersangka Siwaji Raja. Untuk itu, pihaknya mengaku tidak takut atas laporan PN Medan tersebut.

“Saya sudah capek ditakut-takuti. Akan kita hadapi, kalau dibandingkan dengan nilai kerugian kerusakan yang dilaporkan, itu belum sebanding dengan pembunuhan terhadap Kuna,” ucapnya.

Disisi lain, Tiga ‎hari paska pengabulan Pra Peradilan (Prapid) oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan. Akhirnya, Raja alias Raja Kalimas‎ yang disebut otak pelaku pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna ‎sudah menghirup udara bebas.

Raja keluar dari Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan‎, Kamis (10/8) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Didamping oleh tim kuasa hukum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), pengusaha tambang batubara itu keluar dari sel penjara.

“Kalau kita sebagai instansi yg melakukan perawatan dan pelayanan Tahanan tentunya setelah Kami terima berkas Dari kejaksaan dan pengadilan yaitu eksekusi dan putusan kami wajib mengeluarkan tahanan tersebut,” ucap Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang.

Kemudian, pihak Rutan Tanjung Gusta Medan, menyerahkan keseluruhan Raja kepada tim kuasa hukum dan JPU. Sebelumnya, dilakukan berkas acara serah terima tahanan antara pihak Rutan, JPU dan tim kuasa hukum Raja. “Sudah dilakukan dan sekarang putusan kami wajib mengeluarkan tahanan tersebut‎,” ungkap Nimrot.‎

Prapid ini, untuk kedua kali dimenangkan tim kuasa hukum Raja. Pertama pada prapid di PN Medan ‎Selasa 14 Maret 2017, lalu. Meski Prapid dikabulkan, pihak Sat Reskrim Polrestabes Medan mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru untuk Raja dan ditetapkan kembali sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan pengusaha Air Softgun itu.

Raja yang sudah menghirup bebas, kembali ditangkap oleh Polrestabes Medan, Rabu 15 Maret 2017, saat keluar dari Markas Komando Polrestabes Medan dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan‎.

Dalam kasus pembunuhan berencana ini, Raja bersama dengan tersangka lainnya, yakni Dharma, Chandra alias Ayen, Jo Hendal alias Zen, John Marwan Lubis. Mereka juga sudah dilakukan penahanan di Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, untuk selama proses hukum ditingkat pengadilan atau proses persidangan.‎ Atas kasus dugaan pembunuhan berencana ini, Raja disangkakan melanggar Pasal 340 KUHPidana Tentang Pembunuhan Berencana. (gs)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *