Rabu 20 September 2017
  • :
  • :

Istri Perdana Menteri Israel Korupsi?

Istri Perdana Menteri Israel Korupsi?

Medan, SumutOnline – Istri Perdana Menteri Israel, Sara Netanyahu dikenai tuduhan menggunakan dana masyarakat sebesar US$112 ribu, untuk kepentingan pribadi.

The Times of Israel mengabarkan, tuduhan itu disampaikan Jaksa Agung Avichai Mandlebit dalam pengadilan yang digelar Jumat (8/9/2017).

Sementara, saluran televisi 2 Israel mengungkapkan, Jaksa Agung Mandlebit telah memberitahu secara resmi tuduhan itu kepada Saraa Netanyahu, sehari sebelumnya, sementara dakwaan lain menunggu sidang pengadilan.

Dalam sidang pengadilan yang Jumat itu, Jaksa agung Mandlebit akan mengajukan empat dakwaan serius. Antara lain, tuduhan mempekerjakan Avi Fahima, seorang teknisi elektronik yang digaji Sara untuk memperbaiki peralatan di rumah pribadinya.

Tuduhan lain yang tak kalah serunya adalah penggunaan dana negara untuk membeli perlengkapan rumah tangga, yang seharusnya digunakan untuk rumah dinas, ternyata dipindahkan ke rumah pribadi Netanyahu di Caesarea. Sebaliknya, perlengkapan lama milik Netanyahu, dipindahkan ke rumah dinasnya.

Selain itu, Sara Netanyahu juga dituduh menggunakan uang negara untuk merawat ayahnya yang sakit. Bahkan Sara juga dituduh menggunakan kas negara untuk membayar makan malam mewah untuk rumah dinas PM Netanyahu.

Semua tuduhan itu disangkal oleh Sara Netanyahu yang secara sukarela menjalani tes poligrafi (kebohongan) di Pusat Tal Polygrafi. Sara memang berhasil lolos dan dinyatakan jujur.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dikabarkan bakal dibongkar keburukannya oleh Ari Harow. Bekas kepala staf kantor PM Israel itu akan menjadi saksi ‘Kasus 1000’.

Dalam kasus itu, Netanyahu bersama istrinya dituduh menerima hadiah cerutu dan minuman Sampanye bernilai ratusan ribu dari produser film Hollywood, Arnon Milchan.

Sebelumnya, Netanyahu dan istrinya mampu mengelak tuduhan kasus lama itu, namun kini dengan tampilnya Ari Harow sebagai saksi utama, pasangan pemimpin Israel itu diperkirakan tak dapat berkelit lagi. (inc)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *