Selasa 21 November 2017
  • :
  • :

Beda Presiden Beda Gaya, Protokol Harus Mampu Adaptasi

Beda Presiden Beda Gaya, Protokol Harus Mampu Adaptasi

Medan, SumutOnline – Setiap presiden memiliki gaya kepemimpinan berbeda dan menjadi kewajiban protokol untuk memahami dan menyesuaikan diri. Tujuannya agar protokol bisa memberi pelayanan yang baik sehingga tugas kenegaraan bisa berjalan baik dan lancar.

“Gaya kepemimpinan Pak Jokowi tentu berbeda dengan Pak SBY, berbeda dengan Bu Mega dan presiden lainnya,” kata Kepala Biro Protokol Sekertariat Presiden RI, Ari Setiawan,SE, MM saat berbagi pengalaman dan tips dengan para protokol se Sumatera Utara, kemarin.

Ari juga mengatakan, setiap pemimpin memang punya gaya dan cara mengambil keputusan yang berbeda-beda, seperti Presiden Suharto adalah seorang militer memiliki wibawa dan pendiam, BJ Habibie adalah seorang teknokrat, yang lama di luar negeri dan tidak terlalu kaku dalam hal Keprotokolan. Sementara pada era Gus Dur, Istana begitu terbuka, siapapun boleh ke istana, bahkan dengan memakai sandal.

“Namun bukan presiden yang menyesuaikan dengan budaya Istana, justeru kami yang bisa merubah gaya, menyesuaikan dengan presiden. Tujuannya agar beliau tidak perlu habis waktu beradaptasi dan bisa fokus bertugas memimpin negara,” jelas Ari.

Ari juga menceritakan bahwa kebiasaan keprotokolan pada masa kepemimipinan Presiden Jokowi yang banyak dipengaruhi latar belakang sang presiden. Misalnya setiap kunjungan ke daerah, Jokowi melarang banyak pejabat menjemputnya di bandara, maksimal hanya lima pejabat didampingi istri masing-masing.

“Beliau dulunya pengusaha, suka yang praktis dan efisien. Jokowi tidak mau banyak pejabat yang hadir justru mengganggu tugas-tugas pelayanannya di daerah,” terangnya.

Ari juga menjelaskan, dalam setiap acara yang digelar, protokol diibaratkannya sebagai seorang dirijen orkestra. Perencanaan merupakan hal yang sangat penting.

“Demikian juga kesiapan diri sebagai  protokol, siap mental, rapi berpakaian, kebersihan, sol sepatu bahkan menentukan, protokol harus wangi dan menguasai medan, tau dimana tempat makan, dimana kamar kecil,” pungkasnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *