Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Pemprovsu Harus Perhatikan Petani

Pemprovsu Harus Perhatikan Petani

Binjai, SumutOnline – Kelompok Tani Mekar Jaya meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) agar memperhatikan petani yang mengelola lahan terlantar untuk menambah tingkat produksi petani menuju swasembada pangan.

“Begitu juga untuk pelepasan lahan oleh negara kepada masyarakat, kita memohon hal tersebut dapat dipertimbangkan oleh Pemprovsu,” kata Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Zeni bersama ratusan petani lainnya saat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr HT Erry Nuradi meninjau lokasi pertanian tersebut, Jumat (3/11/2017).

Mendengar keluhan para petani, Erry yang juga ikut memanen dan menikmati hasil pertanian milik masyarakat sekaligus menyapa warga petani mengatakan, pentingnya mengelola lahan terlantar untuk menanam tanaman pangan dalam mewujudkan swasembada.

Erry menjelaskan, peningkatan kesejahteraan masyarakat petani menjadi perhatian pemerintah. Apalagi perintah Presiden RI untuk bisa mengoptimalkan segala potensi yang ada untuk memakmurkan rakyat.

“Kami hadir di sini secara langsung ingin bersama dan melihat langsung kondisi di lapangan. Karena itu kami berterimakasih kepada petani yang mengelola lahan dengan baik untuk meningkatkan produksi pangan kita di Sumut,” ujarnya.

Lebih lanjut Erry menuturkan, dalam Pasal 33 UUD ’45 disebutkan; bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Karena itu pula dirinya meminta agar seluruh potensi lahan yang terlantar bisa dimanfaatkan. Sebab lahan pertanian sejatinya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.

“Saya juga minta kepada kepala daerah agar bisa membuat Perda supaya tanah yang terlantar itu dimanfaatkan. Yang terpenting kemauan ada, lahan ada. Apalagi ada 4,5 juta hektar lahan kehutanan (se-Indoensia) yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khususnya tanaman semusim,” sebutnya sembari menambahkan bahwa Menteri Pertanian memberikan tantangan agar Sumut bisa mencapai swasembada, kebutuhan tercukupi dan tidak mengimpor bahkan bisa mengeskpor.

Diakuinya, kebutuhan akan jagung di Sumut masih cukup tinggi, mengingat selain makanan, juga diperuntukkan bagi kebutuhan peternakan. Karena itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan mengalokasikan bantuan berupa bibit tanaman pertanian pangan seperti jagung. Sebelumnya, akan dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap lahan produktif yang perlu diberikan bantuan pertanian.

“Kita juga mendorong reformasi agrarian di kabupaten/kota agar petani bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri. Jadi kita berharap lahan ini bisa lebih luas lagi. Makanya tanah yang tidak dimanfaatkan harus kita kelola,” pungkasnya. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *