Kamis 14 Desember 2017
  • :
  • :

Butuh Terobosan Indonesia Jadi Pasar Syariah Dunia

Butuh Terobosan Indonesia Jadi Pasar Syariah Dunia

Medan, SumutOnline – Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, seharusnya ekonomi syariah, termasuk pasar modalnya berkembang pesat.

Dalam mobilisasi dana di pasar modal misalnya, meski pertumbuhannya selama ini cukup baik, masih terkendala dengan basis pasar nasional yang relatif kecil. Karena itu, dibutuhkan terobosan agar produk pasar modal syariah Indonesia yang jumlahnya banyak itu dapat masuk dan ditransaksikan di pasar global.

Salah satu usulan yang mengemuka dalam memasuki pasar global itu adalah Indonesia kini memerlukan bursa efek syariah sepenuhnya di mana produk yang dijual memenuhi ketentuan Dewan Syariah Nasional (DSN), termasuk proses atau mekanisme transaksinya.

Untuk itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan kunjungan ke Dubai Financial Market (DFM), Uni Emirat Arab, Minggu (29/10/2017), guna mengetahui aktivitas perdagangan satu-satunya pasar modal di dunia yang berprinsip syariah.

Aktivitas transaksi efek di DFM, menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, telah dijalankan dengan prinsip syariah secara sempurna, di mana produk dan mekanisme transaksi dilakukan secara syariah di bursa yang beraktivitas pada Minggu hingga Kamis itu.

Kunjungan BEI ke DFM ini juga menjajaki pertukaran pengetahuan. Hal ini dilakukan agar pasar modal syariah di dalam negeri dapat semakin berkembang dan diharapkan ke depannya dapat menjadi penghubung atau hub dengan pasar modal syariah dunia.

Tito Sulistio menjelaskan, Indonesia memiliki pasar modal syariah yang sangat besar. Dengan populasi penduduk Indonesia mencapai 261,115 juta jiwa, di mana 87 persennya atau 227,12 juta jiwa beragama Islam dan 65 persen di antaranya masih dalam usia produktif.

Sedangkan populasi negara-negara utama penerbit sukuk terbesar dunia tidak sebesar Indonesia. Misalnya, Turki yang hanya memiliki populasi 79,512 juta jiwa, Inggris 65,637 juta jiwa, Arab Saudi 32,27 juta jiwa, Malaysia 31,19 juta jiwa dan UEA yang hanya 9,27 juta jiwa. (ant)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *