Kamis 14 Desember 2017
  • :
  • :

BNN Harus Sebutkan Jenis Kuliner Mengandung Narkoba

BNN Harus Sebutkan Jenis Kuliner Mengandung Narkoba

Medan, SumutOnline – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara (Sumut) harus menyebutkan secara gamblang jenis-jenis kuliner yang mengandung narkoba (narkotika obat berbahaya,red) di Medan, agar masyarakat dapat menghindari untuk tidak mengkonsumsi.

“Harusnya BNN jangan asal sebut, tapi umumkan kuliner apa saja yang mengandung narkoba,” ujar Anggota Komisi E DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli ST kepada wartawan, di ruang kerjanya gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (6/11/2017).

Nezar menegaskan, pihaknya mengapresiasi temuan BNN Sumut tersebut, tapi harus benar-benar dapat dibuktikan dengan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kuliner-kuliner yang diduga mengandung jenis narkoba.

“Jika BNN merasa sulit meneliti kuliner bercampur rempah-rwmpah, terjunkan Balai besar pengawasan obat dan makanan (BBPOM) untuk melakukan investigasi menelitinya. Apakah campuran ampetamen atau canabis, BBPOM bisa menelitinya, agar tidak menimbulkan fitnah,” ujarnya.

Nezar mengingatkan, statemen yang dikeluarkan BNN kuliner mengandung narkoba jangan sampai memfitnah para pedagang kuliner umumnya rakyat kecil, karena bisa meresahkan dan merusak perekonomian rakyat.

Tapi, tandas politisi NaDem ini, kalau terbukti kuliner percampurannya jenis narkiba ampetamin dan canabis, silahkan tangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, meski pedagang kecil sekalipun dengan azas praduga tak bersalah.

Sebaliknya, masih kata Nezar, kalau kuliner yang dicurigai tidak terbukti bercampur narkoba, silahkan minta maaf atas staemen yang dikeluarkan BNN. “Masalah narkoba ini sangat sensitif dan sudah sampai ketaraf mencemaskan,” tambahnya.

Sebelumnya, penyuluh ahli madya BNN Sumut, Luhut Mawardi Sihombing dalam seminar di Medan menyebutkan, temuan BNN ada kuliner di Medan mengandung narkoba dari jenis biji ganja bercampur ramuan rempah.

Disebutkan, kuliner khas secara kasat mata dan rasa, tidak dapat diketahui, tapi hal utama yang terasa bila kuliner itu dicampur zat adiktif berbahaya bila dinikmati menimbulkan ketagihan dan si pengkonsumsi merasa haus berkepanjangan. (ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *