Kamis 14 Desember 2017
  • :
  • :

Kelangkaan Gas, Pertamina Miliki Misi Terselubung?

Kelangkaan Gas, Pertamina Miliki Misi Terselubung?

Medan, SumutOnline – PT Pertamina (Persero) Region I diduga memiliki misi yang terselubung untuk mempromosikan varian baru dari produk LPG merek Bright Gas ukuran 5,5 Kg, terutama atas peristiwa kelangkaan gas LPG (Elpiji) tabung  isi 3 Kg yang dialami masyarakat dalam dua Pekan terakhir.

“Kami menduga kelangkaan ini dalam upaya Pertamina promosikan produk Bright Gas itu, sehingga masyarakat memilih produk LPG itu, ini sangat kita sayangkan,” kata Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Aripay Tambunan, kepada wartawan di Medan, Rabu (8/11/2017).

Aripay menjelaskan, agen-agen nakal terindikasi mempermainkan alokasi gas LPG 3 kg ke pangkalan. Artinya, sistim seperti ini terus berjalan, sementara pemerintah setempat hingga setingkat kepala lingkungan (Kepling) kurang memahami pengawasan atas itu.

“Pengawasan tak bias diserahkan begitu saja ke pemerintah daerah, karena memang dia bukan yang menetapkan harga. Maka perlu adanya kerjasama diantara kedua belah pihak,” ujuarnya.

Menjawab hal tersebut, GM PT Pertamina (Persero) Region I, Erri Widiastono membantah adanya upaya terselubung dari kelangkaan gas LPG 3 Kg selama ini.”Terselubung ? tidak. Jadi dari data yang ada memang sampai dengan (bulan) Agustus 2017 ini kita sudah lebih 0,4, persen, tp sampai akhir tahun kita prediksi akan mencapai 2 persen,” terangnya.

Nah, sekarang upaya-upaya apa yang bisa dilakukan, sebutnya, dalam hal agar kuota tak dinilai berlebih tanpa masyaraat tidak bisa dapatkan gas LPG itu.”Salah satunya kita giat memasarkan (Bright Gas) 5,5 Kg, jadi kebutuhan masyarakat tetap kita penuhi,” tegasnya.

Ditegaskan Erri kembali, bahwasnnya kelangkaan gas LPG tidak ada sebenarnya, bilauntuk gas LPG  3 Kg terbatas, hanya karena ada kuota. Oleh sebab itu, kebutuhan yang tidak terjangkau / terkoper dipenuhi dengan gas 5,5 Kg.

“Jadi, sebetulnya, kita tak ada menekan untuk yang 3 kilo, sekarang saja sudah oper bagaimana kita mau ini. Jadi, sebenarnya kita menjaga tak melebihi kuota yang sudah ditetapkan pemerintah caranya tetap memenuhi tabung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, disampaikannya, pihaknya menghimbau pada pemerintah selaku pembuat kebijakan untuk bersinergi bersama pertamina selaku eksekutor didalam mengatasi persoalan yang kerap dialami masyarakat.

”Kami himbau pemerintah (Pemprovsu) bisa buat kebijakan bagaimana masyarakat yang berhak gunakan 3 kilo, salah satu alternative kita coba dengan gunakan kartu kendalai, pemda terbitkan kartu kendali untuk masyarakat yang memang berhak yang tak berhak harus membeli,” tuturnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *