Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Napak Tilas Bagian Dari Penghargaan Kepada Pejuang Bangsa 

Napak Tilas Bagian Dari Penghargaan Kepada Pejuang Bangsa 

Medan, SumutOnline – Pelaksanaan Napak Tilas yang bertujuan untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan segala-galanya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia yang harus diteladani generasi penerus bangsa, terlebih di era reformasi yang sedang bergulir.

Plt Sekdaprovsu Ibnu Hutomo mengatakan, Napak Tilas yang diikuti hampir 1000 orang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, instansi pemerintah, TNI dan Polri, BUMN/BUMD, resimen mahasiswa, perguruan tinggi, organisasi social, Karang Taruna, Pramuka dan para siswa/I dari berbagai perguruan di Kota Medan diyakini akan mampu menempu rute yang akan dilalui mulai dari start Kantor Gubsu, Jalan P Diponegoro, Percut Sei Tuan, Batang Kuis dan finish di Halaman Markas Brimob Poldasu Detasemen A Subden-2 Jalan Batang KuisPasar VIII Tanjung Morawa-Deli Serdang.

“Perjalanan panjang yang cukup melelahkan dengan jarak tempuh tidak kurang dari 23 km, dan dilakukan malam hari mengingatkan akan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga dan seluruh hidup dan penghidupannya demi Kemderkaan Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Ibnu, Napak Tilas mengandung makna yang dalam, memiliki nuansa kemerdekaan, wawasan serta semangat kesatuan yang dibutuhkan Bangsa Indonesia dalam meneruskan perjuangan mengisi kemerdekaan dengan melaksanakan pembangunan menuju perwujudan cita-cita Adil yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar RI tahun1945.

“Inilah yang harus dipegang erat, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh komponen bangsa dari generasi ke generasi, dari waktu ke waktu, sebab jiwa dan semangat nilai perjuangan dan kepahlawanan itulah yang diyakini memiliki jangkauan jauh ke depan dalam membina kebersamaan, meningkatkan wawasan kebangsaan dan mampu menjamin kelangsungan hidup bangsa yang manjemen. Sejalan dengan tema peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri,” terangnya.

Jika merenung pesan-pesan perjuangan, katanya, ada sejumlah kata mutiara dari pahlawan nasional di antaranya pesan pahlawan nasional Abdul Muis yang berbunyi “Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemudi kita tidak bisa, jika memang mau berjuang”. Pesan pahlawan nasional Silas Papare yang berbunyi “Jangan Sanjung Aku, Tetapi Teruskanlah Perjuanganku”.

“Pemuda memang harus berjuang, perjalanan bangsa dan Negara kita masih panjang yang memerlukan perjuangan dan keikhlasan berkoban dengan dibekali sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Marilah kita merapatkan barisan, menyatukan visi dan persepsi untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa dengan menggalang persatuan dan kesatuan, demi tetap tegakknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” imbuhnya. (ki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *