Jumat 24 November 2017
  • :
  • :

Generasi ‘Zaman Now’ Harus Jaga NKRI

Generasi ‘Zaman Now’ Harus Jaga NKRI

Medan, SumutOnline – Generasi muda atau yang saat ini populer dengan ‘Kids Zaman Now’ harus bisa menjadi pemangku serta pelaku persatuan kesatuan bangsa.

Menurut Pengamat Intelijen dan Pertahanan, Susaningtyas Kertopati alias Nuning, dengan perkembangan zaman tentu menghormati para pahlawan bangsa juga dapat membangkitkan rasa cinta tanah air yang lebih dalam di era keterbukaan dan digital maka harus dapat menangkap perkembangan dan perubahan karakter bangsa.

“Saat ini kemampuan deteksi dini dan cegah tangkal harus dimiliki masyarakat, utamanya generasi muda kita yang populer generasi milenial dalam hadapi budaya asing yang berlawanan dengan Pancasila,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan kemampuan generasi muda yang begitu maju dalam mengikuti kemajuan teknologi tak disertai dengan pengetahuan yang mumpuni terkait wawasan kebangsaan dan Pancasila.

“Bahkan, menjadi lebih mudah menerima ideologi atau budaya dari luar negeri yang tidak sesuai dengan Pancasila dan budaya kita,” tuturnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, anak muda yang saat ini populer dengan ‘Kids Zaman Now’ tentu saja bisa menjadi pemangku serta pelaku persatuan kesatuan bangsa yang piawai menjaga kedaulatan NKRI, asalkan mendapat pendidikan dan pemahaman yang utuh dari sekolah dan orangtuanya terkait cinta tanah air.

“Wawasan kebangsaan, serta kewaspadaan akan ajaran-ajaran radikal dan terorisme,” jelas dia.

Ia menambahkan memantau situs internet yang punya konten ektrimis adalah suatu keniscayaan, para pemangku kepentingan dan berbagai tokoh masyarakat, agama, politik termasuk tokoh pemuda harus serentak mengamankan kedaulatan NKRI di segala lini dan aspek kehidupan berbangsa.

“Anak muda kita yang kini tak lepas dari gadget tentu harus diajak menjaga kebhinekatunggalikaan bangsa dan negara kita,” katanya.

Apalagi, kata dia, pada saat ini tatkala perkembangan media sosial sudah berbeda dengan 5 tahun lalu dimana suatu keadaan daya tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik daripada fakta yang objektif sehingga hal ini sangat rentan bagi munculnya disintegrasi bangsa bila tidak dijaga.

“Dialog antar generasi dalam bahasan wawasan nusantara yang kekinian penting dilaksanakan oleh lembaga negara dan kementerian negara untuk menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara,” tandasnya. (inc)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *