Selasa 21 November 2017
  • :
  • :

30 Dubes Negara Afrika & ASEAN Akan Hadiri Lake Toba Forum

30 Dubes Negara Afrika & ASEAN Akan Hadiri Lake Toba Forum

Medan, SumutOnline –  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bersama Forum of Small Medium Economic Africa Asean (FORSEAA) akan menggelar Lake Toba Forum yang akan dihadiri puluhan Duta Besar negara-negara Afrika dan Asean pada pertengahan Desember mendatang.

Didampingi Duta Besar Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito, Gubernur Sumut, Dr HT Erry Nuradi menjelaskan, Lake Toba Forum direncanakan akan digelar setiap tahun dalam rangka membahas pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang industri kecil, pariwisata dan budaya, pertanian dan pengolahan pangan  dan inovasi pengetahuan dan tekonologi di negara-negara Afrika dan Asean.

Perlu diketahui, Lake Toba Forum merupakan salah satu upaya Pemprovsu untuk memajukan Kawasan Danau Toba. Dengan menggandeng Nico Barito, diharapkan Lake Toba Forum yang digelar sekaligus mampu mengangkat Danau Toba sebagai salaah satu destinasi andalan dunia.

“Beliau pernah bertugas di PBB dan pada tahun 2005, Sumut pernah menjadi tuan rumah Lake Toba Summit, pertemuan gubernur seluruh dunia, dan beliau lah yang memprakarsai,” tuturnya.

Gubsu juga mengungkapkan, pada even ini, Nico akan membawa 25 sampai 30 Dubes negara-negara Afrika dan Asean. “Ini adalah salah satu hal yang baik sekali, karenanaya para kepala daerah diharapkan bisa menyampaikan peluang investasi di daerahnya. Ini tentu peluang yang harus dimanfaatkan dengan seaiknya. Forum ini diharapkan teragendakan setiap tahun,” ungkapnya.

Sementara itu Nico Barito menjelaskan, tujuan dari penyelenggaraan Lake Toba Forum untuk mengangkat danau toba. “Mudah mudahan bisa digelar setiap trahun agar program tahuan bisa dievaluasi dan ada progress ke depan,” ucapnya.

Menurut Nico, hal paling utama dalam pengembangan kawasan Danau Toba adalah membangun kesertaan masyarakat. Menurutnya, bicara pembangunan Danau Toba bukan hanya soal investasi dan kapitalis saja.

“Bagaimana Danau Toba bisa berkembang kalau masyarakat tidak siap, bagai mana danau toba bisa maju, kalau infrastruktur tapi air dan sanitasi buruk. Adadua faktor yang mndongkrak danau toba alam dan budaya yang menawan ditambah dengan kearifan lokal,” cetusnya.

Untuk itu masyarakat harus siap yang diantaranya bisa disiapkan melalui forum-forum kecil secara bertahap.  “Mudah-mudahan melalui forum yang dilaksanakan dengan mendatangkan duta besar, biro perjalanan, perusahaan penerbangan inbternasional, investor hotel, perusahaan penerbangan internasional, kita harapkan danau toba terjual, karena daya tarik ada,” tandasnya. (ki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *