Jumat 24 November 2017
  • :
  • :

Situs Online Untuk Pasien Kanker Paru Diluncurkan

Situs Online Untuk Pasien Kanker Paru Diluncurkan

Medan, SumutOnline – PT AstraZeneca Indonesia (AstraZeneca) bekerjasama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) meluncurkan situs online bagi para pasien kanker paru di Indonesia.

Situs online tersebut beralamat www.lvngWithIndonesia.com (LVNGWithIndonesia) dan halaman Facebook “Hidup Dengan Kanker Paru – Living With Lung Cancer” sebagai salah satu sarana akses kebutuhan informasi dan dukungan bagi pasien kanker paru.

Medical Director AstraZeneca Indonesia, Andi Marsali, mengatakan peluncuran situs ini merupakan salah satu wujud nyata dari hasil MoU kerjasama antara perusahaan dan Kementerian Kesehatan dalam upaya menangani dan mencegah penyakit tidak menular.

“Di AstraZeneca, kami mengembangkan pola pikir yang berpusat pada pasien secara konsisten. Kami yakin dengan memusatkan pasien pada setiap kegiatan, mulai dari penemuan obat hingga pengembangan produk melalui komersialisasi, kami dapat menghasilkan dampak yang bermakna bagi kesehatan pasien dan meningkatkan kondisi pasien,” ujarnya.

Data terakhir dari WHO menyebutkan bahwa jumlah penderita kanker diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun, dimana diperkirakan ada 1,8 juta kasus baru pada 2012, 58 persen di antaranya terjadi di daerah maju. Riset Kesehatan Dasar 2013, menyebut prevalensi kanker untuk semua kelompok umur di Indonesia 1,4 per mil atau 347.392 orang.

Ditambah lagi, studi dari Globocan (IARC) menemukan bahwa penyakit kanker paru merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada penduduk pria (30 persen) dan penyebab kematian kedua akibat kanker pada penduduk wanita (11,1 persen).

Sementara itu, sebuah studi yang dilakukan Roy Castle Lung Cancer Foundation mengemukakan fakta bahwa sepertiga dari kasus penyakit paru kanker baru terdeteksi 90 hari sebelum pasiennya meninggal. Selain itu, satu dari 20 penderita kanker paru baru terdiagnosa bahwa mereka mengidap kanker paru setelah mereka meninggal.

Secara umum, tingkat kesadaran masyarakat mengenai penyakit kanker paru memang masih sangat rendah. Achmad Hudoyo, Dokter Specialis Paru-Paru RS Pondok Indah mengatakan kanker paru stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala.

Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini untuk mengetahuinya agar kemungkinan sembuh semakin besar.

Jika kanker paru terdeteksi lebih dini, penderita kanker memiliki peluang hidup 5 tahun lebih lama. Hal yang bisa dilakukan sebagai langkah deteksi dini yang paling mudah adalah dengan melakukan rontgen paru.

“Selain itu, pasien juga dapat melakukan diagnosis dini yang lebih sensitif dengan CT Scan (LDCT/Low Dose CT Scan),” ucapnya.

Untuk itu, bulan peduli Kanker Paru yang selalu jatuh pada November menjadi momentum bagi masyarakat dunia untuk terus melakukan berbagai inisiatif dalam menangulangi penyakit mematikan ini.

Sementara, Direktur Operasi, Akses Market Dan Hubungan Pemerintah AstraZeneca, Rizman Abudaeri menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mewujudkan dukungan terhadap pemerintah dalam hal pembangunan kesehatan di Indonesia.

“Sebagai contoh kami menyediakan uji coba e-GFR gratis untuk pasien kanker paru yang memiliki BPJS,” tuturnya.

Sebagai mitra Kementerian Kesehatan, salah satu fokus PT AstraZeneca Indonesia adalah pengadaan program-program kesehatan untuk Penyakit Tidak Menular (PTM), salah satunya melalui peluncuran situs online.

“Melalui situs LVNGWithIndonesia kami berharap dapat mengambil bagian dalam rangka mengurangi prevalensi penyakit kanker paru di masyarakat Indonesia, yang mana belum diterapkan,” tegasnya.

Situs LVNGWithIndonesia merupakan sebuah portal online baru yang dapat menjadi wadah sumber informasi bagi para pembacanya, yang didominasi oleh cerita personal dari para penderita kanker paru. Melalui situs ini, pasien kanker paru dapat berbagi cerita dengan pasien lainnya sehingga mereka dapat memotivasi dan menginspirasi satu sama lain. (bc)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *