Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Kondisi PT PPSU Memprihatinkan

Kondisi PT PPSU Memprihatinkan

Medan, SumutOnline – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) prihatin dengan kepemimpinan PT Pembangunan Prasarana Sumut (PPSU) yang saat ini dijabat oleh Direktur Umum, Tasimi.

Keprihatinan ini muncul dikalangan legislative dikarenakan keberadaan PT PPSU yang seharusnya mampu memberikan pemasukan keuangan daerah, kini malah terkesan Mati Suri dipimpin Tasimin.

“Selama ini (PT PPSU-red) kita anggap ‘mati suri’ karena belum ada yang bisa mereka perbuat demi kemajuan perusahaan. Jadi, sudah saatnya perusahaan daerah milik Pemprovsu itu bangkit,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Sumut, Hartoyo kepada wartawan di Jalanj Imam Bonjol, kemarin.

Menurut Hartoyo, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut sampai saat ini belum mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) karena tahunya mengelola transportasi Danau Toba (KMP Sumut 1 dan KMP Sumut 2).

“Bahkan kapal penyeberangan transportasi itu kabarnya sampai saat ini statusnya masih milik Kementerian Perhubungan dan PT PPSU hanya sebagai operator. Alhasil, pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran,” tuturnya.

Hartoyo mengungkapkan bahwa, tujuan terbentuknya PT PPSU adalah profit oriented. Tapi pengelolaan perusahaan tahunya cuma buat kontrak kerja sama dengan pihak ketiga tanpa bisa berdiri sendiri.

Hartoyo juga mengaku miris dengan keberadaan perusahaan tersebut karena selama berdiri belum memiliki tenaga-tenaga ahli di bidang teknik sipil atau teknik arsitektur sebagaimana yang wajib dimiliki perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi.”Benar-benar sangat miris,” tandas Hartoyo.

Hartoyo berencana akan berkoordinasi dengan anggota Komisi C lainnya untuk memanggil para direksi agar mengklarifikasi lebih jauh tentang program-program perusahaan ke depan agar lebih menguntungkan.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Pengusaha PT PPSU, H Harun SH saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya terus melakukan terobosan-terobosan dalam mengembangkan BUMD ini. Salah satu yang kini serius dilakukannya adalah mengajukan penawaran pada pelaksanaan proyek-proyek besar seperti antara lain di PT Angkasa Pura II atau PT Inalum.

“Kita juga tengah menyiapkan para tenaga ahli di bidang konstruksi sebagai kelengkapan mutlak perusahaan dalam mengikuti tender-tender. Kita juga butuh merekrut dua atau tiga orang tenaga ahli yang akan kita gaji nantinya,” tegas Harun.

 

Harun juga mengaku perusahaan akan bisa bangkit jika ada koordinasi yang intens dengan para direksi lainnya. “Artinya, antara satu bidang dengan bidang lainnya harus saling dukung. Kita juga tidak ingin dibilang cuma makan gaji buta. Ke depan kita akan berusaha lebih profesional dalam menjalankan roda perusahaan,” tandansya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *