Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Sungai Jantan si Sungai Siak

Sungai Jantan si Sungai Siak

Medan, SumutOnline – Sungai Siak, siapa yang tak kenal dengan sungai yang satu ini. Dari namanya sudah dapat dibayangkan terdapa disalah satu daerah yang kerajaannya sangat terkenal di daerah Pekan Baru.

Ya,,, Sungai Siak adalah salah satu sungai terdalam yang ada di Indonesia, kedalamannya mencapai 30 meter, namun akibat pendangkalan kini sekira 18 meter.

Sungai Siak melewati empat wilayah administrasi kabupaten dan satu wilayah administrasi kota yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar dan Kota Pekan Baru.

Sebelum bernama Siak, dulunya sungai ini bernama Sungai Jantan. Namun karena adanya perpindahan pusat pemerintahan kerajaan Siak yang awalnya berada di daerah Kuantan dekat Sabak Auh maka berubahlah menjadi Sungai Siak.

Dengan Lebar rata-rata hampir 350 meter, Sungai Siak sangat layak untuk dilalui oleh kapal besar seperti kapal kargo. Perusahaan besar yang ada di Provinsi Riau seperti PT RAPP, PT Indah Kiat, dan PT Sinar Mas masing masing memiliki pelabuhan untuk mengangkut barang baku dan barang jadi melalui Sungai Siak.

Pada zaman Kerajaan Siak, Sungai ini menjadi jalur pelayaran tranportasi air, dan Kerajaan Siak sendiri dikenal sebagai kerajaan maritim yang daya jelajahnya hingga ke Sumbas Kalimantan Barat.

Terkait dengan Kerajaan Siak, belum diketahui asal usulnya kapan berdiri, Hal tersebut dikarenakan sangat terbatasnya bukti-bukti tertulis dan peninggalan sejarah yang ditemui.

Menurut catatan Tomé Pires yang ditulis antara tahun 1513-1515, Siak merupakan kawasan yang berada antara Arcat dan Indragiri yang disebut sebagai kawasan Pelabuhan Raja Minangkabau, yang kemudian menjadi Vasal Malaka sebelum ditaklukan oleh Portugal.

Sejak jatuhnya Malaka ke tangan VOC, Kesultanan Johor telah mengklaim Siak sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Hal ini berlangsung hingga kedatangan Raja Kecil yang kemudian mendirikan Kesultanan Siak.

Dalam Syair Perang Siak, Raja Kecil didaulat menjadi penguasa Siak atas mufakat masyarakat di Bengkalis. Hal ini bertujuan untuk melepaskan Siak dari pengaruh Kesultanan Johor. Sementara dalam Hikayat Siak, Raja Kecil disebut juga dengan sang pengelana pewaris Sultan Johor yang kalah dalam perebutan kekuasaan.

Berdasarkan korespondensi Sultan Indermasyah Yang Dipertuan Pagaruyung dengan Gubernur Jenderal Belanda di Melaka waktu itu, menyebutkan bahwa Sultan Abdul Jalil merupakan saudaranya yang diutus untuk urusan dagang dengan pihak VOC.

Kemudian Sultan Abdul Jalil dalam suratnya tersendiri yang ditujukan kepada pihak Belanda, menyebut dirinya sebagai Raja Kecil dari Pagaruyung, akan menuntut balas atas kematian Sultan Johor.

Sebelumnya, dari catatan Belanda dikatakan bahwa pada tahun 1674 telah datang utusan dari Johor meminta bantuan raja Minangkabau untuk berperang melawan raja Jambi. Dalam salah satu versi Sulalatus Salatin, juga menceritakan tentang bagaimana hebatnya serangan Jambi ke Johor (1673), yang mengakibatkan hancurnya pusat pemerintahan Johor, yang sebelumnya juga telah dihancurkan oleh Portugal dan Aceh.

Kemudian berdasarkan surat dari raja Jambi, Sultan Ingalaga kepada VOC pada tahun 1694, menyebutkan bahwa Sultan Abdul Jalil hadir menjadi saksi perdamaian dari perselisihan mereka.

Pada tahun 1718, Sultan Abdul Jalil berhasil menguasai Kesultanan Johor sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai Sultan Johor dengan gelar Yang Dipertuan Besar Johor. Namun pada tahun 1722, terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Raja Sulaiman anak Bendahara Johor, yang juga menuntut hak atas tahta Johor. Atas bantuan pasukan bayaran dari Bugis, Raja Sulaiman kemudian berhasil mengkudeta tahta Johor, dan mengukuhkan dirinya menjadi penguasa Johor di Semenanjung Malaysia.

Sementara Sultan Abdul Jalil, pindah ke Bintan dan pada tahun 1723 membangun pusat pemerintahan baru di sehiliran Sungai Siak dengan nama Siak Sri Inderapura. Sementara pusat pemerintahan Johor yang sebelumnya berada sekitar muara Sungai Johor ditinggalkan begitu saja, dan menjadi status quo dari masing-masing penguasa yang bertikai tersebut.

Sedangkan klaim Raja Kecil sebagai pewaris sah tahta Johor, diakui oleh komunitas Orang Laut. Orang Laut merupakan kelompok masyarakat yang bermukim pada kawasan Kepulauan Riau yang membentang dari timur Sumatera sampai ke Laut Cina Selatan, dan loyalitas ini terus bertahan hingga runtuhnya Kesultanan Siak.

Sementara itu, bukti kejayaan kerajan Siak masih ada hingga kini yaitu Istana Kerajaan Siak, Istana Siak Sri Inderapura atau Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Kini istana ini masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak.

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta.

Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana.

Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar keberbagai sisi-sisi halaman istana, kemudian disebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara.

Jika anda yang sedang berkunjung ke Riau tidak ada salahnya singgah ke kota Siak dan melihat langsung peninggalan Sejarah keemasan Kerajaan Siak Sri Indrapura. (ki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *