Selasa 12 Desember 2017
  • :
  • :

Kahiyang-Bobby Tiba di Medan

Kahiyang-Bobby Tiba di Medan

Medan, SumutOnline –  Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution tiba di Perumahan Bukit Hijau Regency, kediaman keluarga Bobby Nasution, Minggu (19/11/2017) petang, untuk menjalani prosesi Haroan Boru, yakni menerima kedatangan pengantin wanita.

Begitu turun dari mobil, Kahiyang dan Bobby langsung disambut dengan musik tradisonal Mandailing, Gordang Dua, yang dimainkan sekelompok pemusik dari Kesenian Mandailing Gunung Kulabu Pakantan asuhan Bakti Lubis.

Selain Gordang Dua, pengantin yang baru saja menggelar resepsi di Solo pada 8 November lalu tersebut, juga disambut dua pemain pencak silat, yang mengantar mereka sampai ke depan pintu masuk rumah keluarga Bobby.

Kahiyang tampak cantik mengenakan gaun biru muda dan selendang warna senada. Putri semata wayang Presiden RI Joko Widodo itu berada di barisan paling depan diapit Ermalia Nasution dan Erni Edwina Nasution. Keduanya merupakan bou atau kakak dan adik dari almarhum ayah Bobby Nasution, Erwin Nasution.

Sementara Bobby, berada tepat di belakang Kahiyang dan diapit petugas adat. Kahiyang datang bersama keluarga besar dari Solo berjumlah sekitar 20 orang dan juga Paspampres.

Sampai di depan pintu rumah, Kahiyang yang sudah disambut oleh Ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar dan kedua kakak Bobby,Poppy Dewinta Nasuiton dan Inge Amelia Nasution.

Afifudin Lubis, salah seorang pengetua adat Mandailing bergelar Mangaraja Ihutan Soripada, menjelaskan, keluarga yang menerima Kahiyang terdiri dari tiga komponen, yakni Suhud selaku pemilik rumah termasuk paman Bobby Nasution. Kemudian anak boru atau ipar di rumah ini dan kahanggi  yakni sanak saudara Bobby yang kesemuanya bermarga Nasution.

Selain sanak saudara, pada acara tersebut juga banyak raja-raja pemangku adat Mandailing yang ikut menyambut Kahiyang dan Bobby. Namun ada satu raja yang dituakan yang akan memimpin sidang Haroan Boru hari ini yang disebut Raja Panusunan.

Bertindak sebagai Raja Panusunan yaitu Pandapotan Nasution yang bergelar Patuan Kumala Pandapotan, berasal Pidoli Lombang, Mandailing.

Sebelum masuk ke dalam rumah, Kahiyang Ayu menginjak berbagai jenis tumbuhan yang diletakkan di pintu rumah, antara lain batang pisang. Makna batang pisang dan tumbuhan lainnya ini merupakan perlambang keinginan agar kehadiran Kahiyang di rumah mertuanya membawa suasana kesejukan dan kedamaian. Karena itu, batang pisang dan tumbuhan lain yang diinjak Kahiyang itu disebut dengan istilah “dingin dingin”.

Setelah menginjak “dingin dingin”, Kahiyang Ayu dan Bobby dituntun oleh Ibunda Bobby masuk ke dalam rumah kemudian didudukkan di atas tikar adat atau Amak Lampisan, yang berada di ruang tengah rumah. Kemudian acara dilanjutkan dengan kata-kata sambutan baik yang disampaikan keluarga dari Solo maupun keluarga dari Medan.

Inti kata sambutan keluarga yang ada di Medan ialah menyatakan kegembiraan serta mengucap syukur pernikahan di Solo telah berjalan dengan baik. Rasa gembira juga menyelimuti keluarga karena pada hari tersebut Kahiyang Ayu sudah datang di rumah mertuanya dan putri Bapak Jokowi tersebut sudah resmi menjadi bahagia dari keluarga besar Nasution.

Sesudah beberapa kata sambutan maka kepada Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution disuguhkan beberapa jenis makanan adat seperti “Itak, makanan terbuat dari tepung beras dan santan” dan makanan khas Mandailing lainnya.

Acara Haroan Boru ditutup dengan mendengar kata pasu-pasu atau kata-kata yang mengandung restu yang disampaikan oleh pimpinan sidang yang disampaikan Raja Panusunan selalu pimpinan sidang. (rel/ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *