Kamis 14 Desember 2017
  • :
  • :

Revisi PP Tentang Hutan Untungkan Masyarakat

Revisi PP Tentang Hutan Untungkan Masyarakat

Medan, SumutOnline – Revisi Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan dan Pemanfaatan Hutan dinilai semakin mendorong pengelola konsesi kehutanan dapat menjalankan 20 persen hutan kemitraan bagi masyarakat.

“Saatnya masyarakat menjadi pelaku bisnis kehutanan. Swasta sudah cukup mengelolanya,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Hanura, Toni Togatorop, kepada wartawan di Medan, Senin (20/11/2017).

Menurut Toni, dalam revisi undang-undang ini, masyarakat diuntungkan untuk menuju kesejahteraan sebagaimana diamanatkan dalam sila 5 pancasila serta UUD 1945. Untuk itu, pemerintah diminta harus benar-benar menjalankan fungsinya agar hutan rakyat dan hutan adat dapat terkelola dengan baik.

“Yang pasti dengan tidak merusak hutan lindung dan melakukan versifikasi tanaman rakyat seperti penanaman berbagai komoditi yang strategis dan bernilai ekonomis,” tuturnya.

Toni juga menjelaskan, bahwa dalam hal ini, Gubernur Sumut, Erry Nuradi harus dapat menempatkan anggaran yang signifikan untuk pengadaan bantuan berbagai jenis bibit, maupun sarana penunjang lainnya. Sehingga kemandirian hutan sosial dapat berjalan dengan baik.

“Apabila hutan sosial ini terkelola dengan baik dengan menanam kayu yang umur panennya max 5 tahun maka Sumut akan maju. Contoh, penduduk sumut berkisar 14 juta jiwa. Kalau terbekali saja 4 juta penduduknya dengan menanam pohon kayu andalan sebanyak 100 pohon, berarti 400 juta pohon akan menghasilkan 1 M3 per batang setelah tahun dengan harga Rp1 juta per M3,” terangnya.

Maka, lanjut Toni, hasil yang akan diperoleh oleh rakyat adalah Rp400 triliun. “Dan hanya perlu regulasi khusus untuk mengatur retribusi dan pajak sebagai PAD. Dan kalau besaran PAD nya sekira 20 persen, maka yang sekira Rp8 triliun akan masuk ke kas Negara per lima tahunnya,” pungkasnya. (ss)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *