Kamis 26 April 2018
  • :
  • :

Hutan Tropis Harus Dilestarikan

Hutan Tropis Harus Dilestarikan

Medan, SumutOnline – Seluruh elemen masyarakat diminya untuk menjaga kelestarian hutan tropis, karena dapat memberik keuntungan besar bagi masyarakat sekitar dan juga masyarakat banyak

Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi, mengatakan Pemprovsu mengapresiasi seluruh upaya pelestarian lingkungan yang sudah dilakukan berbagai pihak yang juga nyata manfaatnya bagi masyarakat.

“Saya yakin manfaatnya yang dinikmati oleh masyarakat sekitar hutan pada gilirannya akan bermuara pada peningkatan kualitas alam lingkungan,”  ujarnya, Senin (20/11/2017).

Erry juga menjalskan, dari  Expo yang digelar, masyarakat bisa melihat nilai ekonomi yang sangat strategis dari pemafaatan lingkungan tanpa harus merusak.

“Saya sangat gembira menyaksikan berbagai promosi dari produk dampingan mitra dan manfaat hutan tropis yang ada di Sumatera, baik produk hasil hutan maupun jasa lingkungan yang bernilai ekonomi,tentunya ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.

Menurut Gubsu, Provinsi Sumut memiliki kawasan hutan hujan tropis yang cukup luas yaitu seluas 3.065.796 Ha. Luas hutan tersebut menempati 42,85 persen dari total luas wilayah Sumut yaitu seluas 427.008 Ha.

Dari kawasan hutan tersebut diantarannya merupakan kawasan konservasi  yaitu yang dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser, Taman Nasional Batang Gadis Konservasi Dua Alam dan Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Seluas 1.206.881 Ha merupaka  kawasan hutan lindungan dan seluaa 1.421.896 Ha adalah merupakan kawasan hutan produksi.

Tak hanya itu, Gubsu juga mengatakan bahwa pada (3/11/2017) yang lalu telah dipublikasi penemuan spesies baru orangutan Tapanuli di kawasan hutan Batang Toru. Kawasan Batang Toru termasuk dalam kawasan hutan lindung seluas sekitar 133.841 Ha, yang meliputi wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan

“Kawasan hutan lindung ini masih merupakan  hutan alam dengan kondisi yang sangat bagus , belum terjamah dan diharapkan dengan program TFCA -Sumateta maka kelestarian hutan dan keanekaragaman hayatinya lebih terjamin lagi pada masa-masa  datang,” ujarnya.

Sementara Consul of The United Stated of Amerika to Sumatera, Mr Juha P Salin mengatakan sejak tahun 2009, AS sepakat untuk menghapus utang luar negeri Indonesia, sebesar hampir 30 juta dolar AS selama 8 tahun. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyalurkan dana pembayaran utangnya pada Pemerintah Amerika Serikat yang ditampung dalam satu rekening khusus  untuk mendukung penyediaan dana hibah bagi perlindungan dan pebaikan hutan tropis Indonesia.

“Pemerintah Amerika Serikat melalui TFCA sudah mengucurkan dana sebesar Rp 205 miliar kepada 70 organisasi masyarakat yang bergerak pelestarian  hutan tropis,” ujarnya. (ki)

 




KOMENTAR