Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Pemilu 2019, Kaum Perempuan Harus Bisa Lebih Banyak di Gari Guntur

Pemilu 2019, Kaum Perempuan Harus Bisa Lebih Banyak di Gari Guntur

Medan, SumutOnline – Jumlah perempuan yang memperoleh kursi sebagai wakil rakyat atau anggota legeslatif maupun DPD diharapkan meningkat pada Pemilu 2019 mendatang.

Tingkat keterwakilan perempuan masih minim di Sumut dan di DPRD Sumut hanya 10 persen dan masih ada kabupaten/ kota yang keterwakilan perempuannya nol persen.

“Saya berharap keterwakilan perempuan semakin meningkat, dengan kata lain semakin banyak perempuanyangmenjadi wakil rakyat di DPR, DPD maupun DPRD,” kata  Wakil Gubernur Sumut, Nurhajizah, Senin (20/11/2017).

Wagubsu mengungkapkan, keterwakilan perempuan di legislatif khususnya dari provinsi Sumatera Utara masih sedikit. Sebagai contoh, untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara, dari 100 anggota DPRD Provsu hanya terdapat 10 perempuan atau 10 persen saja.

Sedangkan pada tingkatan kabupaten/kota, dari 33 kabupaten/kota, masih ada yang tidak memiliki  anggota DPRD perempuan.“Masih ada yang nol persen anggota DPRD yang perempuan seperti di kabupaten Pak-pak Bharat dan Nias. Hanya kabupaten labuhan batu yang memenuhi quota 30 persen, selebihnya dibawah 30 persen,” ujarnya.

Nurhajizah juga mengapresiasi Kementerian Pemberdayaan perempuan yang dan perlindungan anak RI yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pelatihan di Provinsi Sumatera Utara. Tentunya kegiatan ini akan meningkatkan kapasitas politik bagi perempuan.

“Yang pada gilirannya akan meningkatkan keterwakilan perempuan di legislatif pada pemilihan legislatif pada pemilu 2019 yang kita ketahui pelaksanannya sudah di depan mata,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Dra Marhamah MSi melaporkan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas politik bagi perempuan bakal calon legislatif pada pemilu 2019 di Provinsi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 19 sampai dengan 21 November 2017 di hotel Aryaduta Medan.

“Peserta berasal dari pengurus dan anggota partai politik Golkar, PDIP, Demokrat, PPP, PAN, PKS, PKB, Gerindra, Nasdem, Hanura, PBB, Perindo dan Kaukurs Perempuan Politik Indonesia (KPPI) se-Sumatera Utara,” ucapnya.

Maksud dari kegiatan ini lanjut Marhamah adalah meningkatkakn kapasitas politik perempuan calon legislative pada pemilu 2019 di Sumatera Utara.

“Tujuannya meningkatkan jumlah calon legislative yang meraih kursi di legislaif pada tahun 2019 khususnya dari Provinsi Sumatera Utara,”kata Marhamah yang juga Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provsu. (ki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *