Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Pemimpin Israel Pakai Kafiyeh?

Pemimpin Israel Pakai Kafiyeh?

Medan, SumutOnline – Kepolisian Israel menggelar pengusutan siapa di belakang kasus rekayasa foto Presiden Israel Reuven Rivlin mengenakan kafiyeh, di tengah maraknya kemarahan warga Israel pada Presiden Rivlin.

Tiba-tiba banyak beredar foto Presiden Rivlin mengenakan kafiyeh, yang biasa dikenakan Pemimpin PLO Yasser Arafat, di linimasa. Tak disebutkan, pihak mana yang akan diusut. Sementara itu, kantor kepresidenan Rivlin membatalkan acara menuai tanaman Olive, tradisi yang biasa dilakukan presiden Israel.

Alasannnya, “Karena cuaca yang buruk,” bunyi pernyataan kantor kepresidenan. Padahal, cuaca hari Senin itu sangat cerah.

Beredarnya foto Presiden Rivlin berkafiyeh, tak terlepas dari kasus ditolaknya pengampunan terhadap Elor Azaria. Serdadu berusia muda ini divonis penjara karena menembak mati seorang warga Palestina yang terluka dan tergeletak di tanah, pada Maret 2016 lalu.

Pada Ahad lalu, Presiden Rivlin menolak memberikan ampunan atas Elor Azaria, sehingga warga Yahudi pun marah. Para politikus sayap kanan Israel mengecam keputusan Rivlin. Sedangkan Menteri Kebudayaan Miri Regev menyebut Presiden Rivlin melanggar institusi pengampunan Israel. “Menolak mengampuni Elor Azaria sama saja dengan merugikan institusi pengampunan,” tulisnya.

Sementara itu, Oren Hazan anggota parlemen dari Partai Likud, pendukung Rivlin, meminta agar Rivlin mengundurkan diri. Sebaiknya wewenang pengampunan dialihkan dari presiden ke parlemen saja.

Halaman akun Facebook milik Presiden Reuven Rivlin dibanjiri pesan yang pro dan kontra. Ada yang menyebut Rivlin bukan lagi presiden Israel. Bahkan ada yang menuduh Rivlin “Menjilat orang Arab dan teman-temannya kaum sayap kiri.”

Sejauh ini Presiden Reuven Rivlin tak bergeming. Adapun Elor Azaria tetap ditahan sampai bulan Oktober 2018. Poster pemimpin Israel mengenakan kafiyeh bukan terjadi kali ini saja.

Mendiang PM Yitzhak Rabin pernah direkayasa mengenakan kafiyeh, beberapa bulan sebelum dibunuh oleh seorang ekstrimis Yahudi pada 1995. (inc)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *