Senin 23 April 2018
  • :
  • :

Pemerintah Diminta Larang Penjualan Vape

Pemerintah Diminta Larang Penjualan Vape

Medan, SumutOnline – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), meminta pemerintah untuk melarang peredaran rokok elektrik (vape).

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, menuturkan, selain berbahaya, rokok elektrik juga menambah beban ekonomi. Dalam berbagai kasus, rokok elektrik telah menelan korban.

Tulus menuturkan, ada rokok elektrik yang meledak di beberapa negara. Baik yang di kantong bahkan di mulut ketika tengah digunakan.

“Vape itu, menambah beban ekonomi, karena isinya sama nikotin bentuk cair, ” cetusnya di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Saat ini, lanjut Tulus, pengguna rokok elektronik semakin banyak. Mereka beranggapan jika rokok elektrik lebih aman padahal tidak.

“Itu kan hak, tapi itu akan menjadi jumlah perokok indonesia semakin banyak selain rokok konvensional juga elektrik, karena negerasa aman, padahal tidak,” terangnya.

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga kesulitan dalam menentukan kelompok rokok elektrik ini. Dalam hal ini, rokok elektrik tidak termasuk dalam makanan dan minuman. Akan tetapi cairan dalam rokok elektrik (likuid) mengandung bahan kimia dan diimpor dari luar negeri.

“Dia (rokok elektrik) produk kimia dan elektronik, jadi impornya-pun, barang yang berbeda, elektronik dan cairan kimia. Dalam hal ini, pemerintah harus mengatur masalah vapenya (jenis barang apa),” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus menjelaskan rokok elektrik ini termasuk dalam jenis barang apa sebelum mengenakan tarif cukainya. (inc)




KOMENTAR